Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab



Metropolis
Diperiksa Ulang, Ojol Korban Jambret Yang Semula Dinyatakan Positif, Akhirnya Dinyatakan Negatif
Senin, 08-06-2020 | 19:07 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com  Puluhan ojek online menggelar protes keras ke petugas kamar mayat Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya, pada Minggu malam. Protes itu, dilakukan karena salah satu ojek online yang tewas akibat menjadi korban penjambretan, dinyatakan diduga positif covid-19 setelah menjalani perawat 3 hari di rumah sakit.
Namun setelah dimediasi dengan pihak keluarga, dan tim dokter melakukan pemeriksaan ulang, jenasah korban jambret dinyatakan negatif dan bisa dimakamkan sendiri oleh keluarga tanpa protokol covid-19.

Puluhan tukang ojek online meluruk kamar mayat Rumah Sakit Dokter Soetomo, Surabaya, pada Minggu 07 Juni 2020 malam, mereka menuntut dan memprotes petugas kamar mayat agar memulangkan jenasah dari Ardya Wiyati (40) warga Jalan Dukuh Kupang Barat, karena jenasah meninggal sekitar pukul 14.00 tertahan hingga pukul 21.00.

Tersiar kabar bahwa wanita yang menjadi tukang ojek online, dinyatakan dokter positif corona, sehingga tukang ojek online tidak terima dan mendatangi kamar manyat meminta kejelasan persoalan.

Dari keterangan para tukang ojek, korban masuk ke rumah sakit akibat terjatuh dari motor setelah tasnya dijambret oleh begal, pada Jumat 4 Juni 2020 lalu, di Jalan Raya Darmo.

Harapan ibu satu anak ini, saat itu membawa pesanan makanan, di perjalanan dibegal tasnya oleh pelaku dan korban terjatuh dari motornya. Korban dirawat di RS Mitra Keluarga Surabaya, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Soetomo, karena kondisinya semakin kritis.

Dalam perawatan, korban akhirnya meninggal pada hari Minggu 14.00, namun jenasah tertahan lama, karena diduga positif covid-19. Hal ini membuat keluarga resah. Keresahan ini, akhirnya terdengar oleh tukang ojek online lainnya dan meluruk kamar mayat sebagai aksi solidaritas, untuk meminta kejelasan.

Aksi protes mendapat pengamanan dari Polsek Gubeng, Surabaya, petugas datang untuk mengamankan kondisi kamar rumah sakit, petugas berharap masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Setelah melakukan mediasi dan diperiksa ulang, jenasah akhirnya dinyatakan negatif dan boleh dimakamkan sendiri oleh pihak keluarga. Jenasah akhirnya boleh dibawa pulang dengan pengawalan puluhan tukang ojek online, hingga ke rumah duka,

Jenasah korban akhirnya dimakamkan di pemakaman umum kampung setempat, dan keluarga berharap pelaku begal bisa cepat tertangkap.(end)





Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062