Warga Ngawi Sukses Kembangkan Kerupuk Kopi
Ormas Kepemudaan Bagikan Nasi Bungkus dan Masker di Hari Sumpah Pemuda
Viral, Pengajian Yang Memojokan Dua Pasangan Calon Bupati Sidoarjo
Dinkes Ponorogo Lakukan Tracking ke Seluruh Pegawai PLN
Merasa Dicemarkan Nama Baik, Warga Ponorogo Lapor ke Polisi
Gelapkan Aset Desa, Mantan Kades Ditahan
Dump Truk Terperosok Saat Uji Coba Jembatan Tlaji
Pejuang Kemanusiaan Peringati Maulid Nabi Dengan Protokol Kesehatan
Viral Balap Truk di Wisata Pantai Tuban, Bahayakan Wisatawan
8 Pengacara Dampingi Sugi Nur Untuk Penangguhan Penahanan
Diguyur Hujan Deras Semalam, Sejumlah Rumah di Pacitan Tertimpa Longsor
Dewan Soroti Rusun Pandugo, Pemberian Kunci Dipolitisir
Warga Menolak Janazah Cucu Pengikut Aliran Syiah Dikubur di Desanya
Libur Panjang, KAI Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang 15 Persen
Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk



Rehat
Nenek 71 Tahun Menikah Dengan Pria 36 Tahun, Begini Jalinan Asmaranya
Kamis, 11-06-2020 | 14:27 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nuryani (36) menikahi nenek Yatemi (71), warga Desa Kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Foto Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com   Pernikahan unik terjadi di Nganjuk, seorang berusia 36 tahun menikahi seorang nenek 71 tahun, bahkan nenek sudah memiliki 18 cucu dan 8 cicit. Tak hanya itu, pernikahan juga istimewa karena Kapolsek dan Camat setempat menjadi saksi atas pernikhan unik itu.
Prosesi pernikahan unik antara Nuryani (36) dengan seorang nenek bernama Yatemi (71), keduanya warga Desa Kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Pernikahan dilangsungkan secara sederhana di rumah memperlai wanita dengan maskawin sebesar Rp 100 ribu.

Disamping perbedaan usia yang terpaut jauh, Yatemi yang berstatus janda cerai mati ini sudah memiliki 8 anak, 18 cucu dan 8 cicit. Sementara Nuryani berstatus duda cerai yang memiliki satu anak. Keduanya mengaku sudah menjali pacaran dan saling kenal sejak setahun lalu, dan berniat kuat mengakhiri perkenalannya itu dengan menjalin penikahan.

Kebahagiaan terlihat saat dinyatakan sah usai membacakan ijab kabul, keduanya saling berciuman dan saling menyuapi makanan.

Bagi Nuryani meski berbeda umur, namun tidak menghalangi niat untuk menikahi nenek pujaan hatinya, karena didasari rasa cinta dan sayang yang tulus.

Menurut penghulu, Bambang Wiyono, keduanya secara aturan baik agama dan undang-undang sudah dinyatakan sah dan syarat sudah dipenuhi semua, sehingga bisa dilangsungkan pernikahan.

Dalam pernikahan itu disamping unik juga ada keistimewaannya, yaitu dua saski adalah seorang camat dan kapolsek setempat.

Pernikahan unik itu juga menjadi perhatian warga setempat, warga berami ramai menonton dan mengabadikan momentum langka itu dengan camera ponsel. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Upacara Noozle Pora, Tradisi Unik Pernikahan Anggota PMK Kot...selanjutnya
08-12-2018 | 14:37 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062