KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang
Belum Ada Renegosiasi Kontrak Persebaya dengan David Da Silva
Judi Dadu Digerbek, Dua Kakek Diamankan Polisi
Wisuda Drive Thru IAIN Jember, Wisudawan Naik Becak
Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban
Budidaya Tanaman Porang Lebih Ekonomis dan Menguntungkan



Tapal Kuda Dan Madura
Gerakan Revolusi Jember Lurug Kejaksaan, Dinilai Lamban Selesaikan Kasus Hukum
Senin, 15-06-2020 | 14:42 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com  Sejumlah anggota Gerakan Revolusi Jember atau GRJ Senin (15/6) pagi mendatangi Kejaksaan Negeri Jember, untuk menyampaikan aspirasi dan keberatan terkait beberapa persoalan hukum di Kabupaten Jember.
Aksi dimulai dengan orasi di depan kantor kejaksaan dan ditengah tengah aksi, peserta aksi melakukan penyemprotan disinfektan sebagai bentuk kritik kepada kinerja jaksa yang dinilai belum baik.

Koordintor aksi, Kustiono Musri, langsung melakakan orasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Jember, dengan tegas Kustiono mengkritik kinerja kejaksaan yang dinilai lamban dalam menganani perkara.

"Terbaru pelarangan kuasa hukum untuk mendampingi salah satu terdakwa kasus manggisan atas nama Fariz, yang minggu kemarin disidangkan secara daring atau online," kata Kustiono.

Selain itu, juga menilai adanya oknum jaksa yang menghalangi kuasa hukum tersebut dengan mimik wajah marah sehingga mempengaruhi psikologi terdakwa.

Sempat akan melakukan audiensi namun gagal karena GRJ menilai kejaksaan tidak serius dalam menggelar audiensi dengan pihaknya. Karena ditempatkan disalah satu ruangan lain, sedangkan GRJ menginginkan audiensi digelar bersama Kajari Jember.

Sementara itu di sisi lain menanggapi aksi GRJ, Kejaksaan Negeri Jember, sebetulnya telah memfasilitasi dan menerima  audensi tersebut , namun pihak grj menolak atas alasan tempat pertemuan.

"Terkait tuntutan yang dibawa oleh gerakan revolusi jember, kami mengaku belum menerima point apa saja yang akan disampaikan kepada kejaksaan secara tertulis," jelas Agus Budiarto, Kasi Intel Kejari.

Mengenai persoalan sidang pasar manggisan yang sempat di permasalahkan, kejaksaan mengaku telah melaksanakan ketentuan sesuai peraturan yang berlaku di persidangan. "Mengenai pelarangan tersebut, itu sudah sesuai peraturan MA no 3 tahun 2018 tentang administrasi perkara pengadilan," kata Agus.

Untuk itu, masyarakat dihimbau lebih bijak melihat kasus hukum pasar manggisan ini dan tidak mempolitisir seluruh proses hukumnya, agar tidak mendorong opini yang tidak jelas  yang bisa menimbulkan konflik lain di tengah masyarakat.

Apalagi di tahun politik seperti saat ini, kejaksaan juga masih terbuka dengan kasus apapun yang menyangkut korupsi. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Is...selanjutnya
04-08-2020 | 11:00 wib

Peristiwa
Sejumlah Peserta Test Protes Pelantikan Perangkat Desa
03-08-2020 | 15:35 wib

Peristiwa
Minim Informasi Covid 19, Ratusan Warga Datangi Balai Desa
01-08-2020 | 19:00 wib

Peristiwa
Ratusan Warga Desa Kembali Luruk Kandang Ayam Kumuh
29-07-2020 | 13:01 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062