Para Ibu Ngeluruk Bawaslu Laporkan Video Viral Yel Yel Menghujat Walikota Risma
Buntut Gelapkan Uang Kompensasi, Puluhan Warga Pungging Tuntut Kepala Dusun Dicopot
Perangkat RT Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Taman Baca Anak, Alternatif Hiburan Sambil Belajar di Masa Pandemi
Pelaku Pembunuhan Bertambah 1, Setelah Istri Korban Menjadi Tersangka
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Seleksi Kang-Yuk Probolinggo Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Grand Final Bakal Live di JTV
Himawan Dukung JaDI Lakukan Pemantauan Terhadap Netralitas ASN
Netralitas ASN Jadi Poin Penting Peringatan Hari Jadi KORPRI ke - 49
Wawalikota Malang Perkenalkan Tanaman Pole Sebagai Tanaman Hiasan Kota
Dimakamkan 3 Tahun Lalu, Jazad Kiai Masih Utuh
Hadapi Musim Hujan, SAR Latih Relawan Penyelamatan Korban Banjir
Jelang Pungut Suara, KPPS se-Kota Blitar Jalani Rapid Test
Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada



Olah Raga
Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi di Jatim
Jum'at, 10-07-2020 | 10:37 wib
Reporter : Ambari Taufiq
Komunitas Surabaya Aero Club diinisiasi oleh beberapa pengusaha muda Surabaya yang sangat menggemari olahraga terbang. Mereka Wilson Tirta ,Tom Liwafa dan Luxie Diandra. Foto istimewa
Surabaya pojokpitu.com  Tak lama lagi, Surabaya bakal punya komunitas baru yang sangat unik. Surabaya Aero Club namanya. Komunitas bagi para penghobi menerbangkan pesawat atau pilot. Sekaligus para pemilik pesawat terbang. Baik pesawat tipe ringan microlight atau ultralight. Hingga pesawat bermesin tunggal atau single engine seperti Cessna dan sejenisnya.
Sebenarnya sejak beberapa tahun terakhir, beberapa pengusaha muda menggandrungi hobi menerbangkan pesawat. Bahkan, sudah ada pula yang telah membeli pesawat. Wilson Tirta, misalnya. Dia telah membeli pesawat jenis Cessna 206 tahun rakit 2008. Dengan harga Rp 3,5 M. Sementara Luxie Diandra telah memiliki pesawat Cessna 152 produksi tahun 1984.

Berawal dari sering bertemu karena memiliki hobi yang sama, serta keinginan yang sama untuk mengembangkan Aero Sport di Surabaya khususnya, tercetuslah niat mendirikan Surabaya Aero Club. "Di Jawa Timur belum ada komunitas seperti ini. Kalau di Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta sudah ada. Bedanya, kalau di Jogjakarta inisiatornya dari kalangan militer. Sedangkan Bandung dan Jakarta dari kalangan atlet. Nah, di Surabaya inisiatornya justru dari kalangan pengusaha muda," ujar Eko Rohmat Ferdiansyah, salah seorang inisiator Surabaya Aero Club pada press conference yang dilangsungkan Kamis (9/7) di hangar Merpati Training Center, Juanda, Sidoarjo.

Secara resmi, lanjut pria yang akrab disapa Captaint Eko ini, Surabaya Aero Club akan diperkenalkan kepada publik pada acara gala dinner pada hari Rabu, tanggal 15 Juli di Whyndam Hotel Surabaya nanti. "Saya dan beberapa pengusaha muda lainnya beberapa waktu terakhir ini berperan sebagai steering commiitte untuk terbentuknya susunan pengurus komunitas ini (Surabaya Aero Club)," lanjutnya.

Tercatat sudah ada 30 orang calon anggota Surabaya Aero Club. Kebanyakan dari latar belakang pengusaha muda Surabaya yang punya passion terhadap dunia dirgantara. Komunitas yang baru terbentuk menargetkan, bakal membeli 10 unit pesawat lagi dalam waktu dekat ini.

Menurut rencana, Ketua Umum FASI (FederasiAerosport Indonesia) Provinsi Jawa Timur, Marsma TNI Andi Wijaya bakal hadir pada momen bersejarah tersebut.  "Komandan Lanud Abdulrachman Saleh itu juga sangat mendukung lahirnya Surabaya Aero Club. Apalagi, komunitas ini diinisiasi oleh para pengusaha muda dari kalangan sipil," tambah Eko.

Selain menjadi stimulus untuk lebih banyak melahirkan para atlet aerosports dari kalangan pengusaha dan masyarakat umum. Eksistensi Surabaya Aero Club ini nantinya juga diharapkan dapat memberi dampak positif lainnya. Seperti menggiatkan sektor pariwisata melalui berbagai event dirgantara skala nasional maupun internasional.

"Negara kita ini dianugarahi landscape yang luar biasa. Sayangnya, pemerintah hingga kini belum menyentuhnya. Padahal, kalau digarap serius bisa mendatangkan banyak devisa. Sebut saja seperti menyelenggarakan event internasional Flying Bromo, dengan peserta para penerbang dari luar negeri. Berapa banyak turis yang datang dan akan menggerakkan roda perekonomian dari sektor pariwisata?" sebut Wilson Tirta.

Sementara itu Luxie Diandra berharap akan bermunculan para pilot dengan kecakapan menerbangkan pesawat yang mumpuni dan bersertifikat dari kalangan sipil. Termasuk pula ketersediaan pesawat-pesawat milik pribadi. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk aksi sosial. Semisal ada kondisi bencana alam. "Pesawat Cessna misalnya, sangat reliable untuk menjangkau pulau-pulau kecil yang mungkin saja belum memiliki landasan pacu memadai. Tidak butuh landasan pacu yang panjang. Juga tidak harus beraspal. Jadi, misalkan ada kondisi bencana, tentunya para anggota komunitas kami nantinya bisa ikut berkontribusi sebagai pilot sekaligus meminjamkan pesawat miliknya untuk kegiatan sosial," terang Luxie Diandra.

Lahirnya komunitas Surabaya Aero Club ini juga direspons positif oleh Tommi Haditya, Chief Instruktor dari Merpati Training Center (MTC). Sebagai tempat pendidikan bagi mereka yang ingin berkecimpung di dunia penerbangan, MTC berpusat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Anak perusahaan Merpati Nusantara Airlines ini juga memiliki tempat pendidikan di Jakarta, Jogjakarta, Semarang, Sumenep, Medan, dan Palopo.MTC memiliki sekolah pilot yang bernama Merpati Pilot School.

MTC juga memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan tempat pendidikan penerbangan lainnya, antara lain adanya sejumlah pesawat jet dan turboprop yang telah tak beroperasi lagi, sehingga dapat digunakan untuk praktik para siswa Aircraft Technician. Selain itu, MTC juga memiliki flops simulator untuk FOO yang tak dimiliki sekolah FOO lainnya.
 
"Tentu kami sangat mendukung lahirnya komunitas Surabaya Aero Club ini. Dan siap berkolaborasi untuk mengembangkan minat masyarakat terhadap olahraga kedirgantaraan. Lagipula, fasilitas seperti yang kami miliki ini kan tidak selalu ada di setiap kota. Tentu sangat klop, karena MTC ada di Surabaya. Sedangkan anggota komunitas ini (Surabaya Aero Club) pastinya mereka yang menetap di Surabaya. Jadi tidak perlu jauh-jauh keluar kota kalau ada anggota baru yang mau belajar menjadi pilot," Tommi Haditya. (pul)


Berita Terkait

Olah Raga
Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi ...selanjutnya
10-07-2020 | 10:37 wib

Mlaku - Mlaku
Lion Air Wajibkan Penumpang Tes PCR
12-06-2020 | 06:15 wib

Peristiwa
Supermodel Zara Abid Dikabarkan Jadi Korban Kecelakaan Pesaw...selanjutnya
23-05-2020 | 10:30 wib

Peristiwa
Duka Jelang Akhir Ramadan, Pesawat Pakistan Bawa 91 Orang Ja...selanjutnya
23-05-2020 | 10:25 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062