Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab



Metropolis
Polda Jatim Lakukan Gelar Perkara Kasus Sekda Bondowoso
Jum'at, 10-07-2020 | 19:10 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com  Atas permintaan kuasa hukum dari Sekretaris Daerah Bondowoso Syaifullah, yang disangkakan melakukan pengancaman terhadap seorang pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Polda Jatim akhirnya menggelar perkara.
Gelar perkara yang dilaksanakan di Ditreskrimum Polda Jatim ini dilaksanakan secara tertutup, dengan menghadirkan sejumlah tersangka, saksi, penyidik Polres Bondowoso, dan Reskrimum Polda Jatim.

Gelar perkara yang dilaksanakan secara tertutup di ditreskrimum polda jatim ini sesuai permintaan kuasa hukum, Belly Vidya Satyawan, agar kasus hukum yang ditangani di Polres Bondowoso tetap netral.

Sebelumnya, Syaifullah akhirnya disangkakan pasal 45 B undang-undang ITE junto pasal 335 KUHP tentang pengancaman kekerasan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Menurut kuasa hukumnya, kasus penanganan sekda bondowoso ini dianggap tidak sesuai dengan prosedur hukum, karena tak melalui penyelidikan. "Tak hanya itu, pengancaman kekerasan yang dilakukan oleh tersangka syaifullah itu akhirnya tidak terjadi, bahkan sempat berdamai dengan  pejabat BKD tersebut," jelas Belly Vidya Satyawan.

Dalam gelar perkara tersebut, polisi juga akhirnya menghadirkan saksi kunci yang menyaksikan perdamaian dengan pejabat BKS tersebut.

Kasus itu muncul saat syaifullah baru saja terpilih sebagai Sekda Bondowoso, namun karena merasa terhambat menduduki jabatan barunya untuk pelantikannya, Syaifullah kesal dan melakukan pengancaman.

Pengancaman kekerasan melalui  telepon itu sempat direkam dan menyebar luas ke media sosial, sehari sebelum pelantikan sekda dilaksanakan. (yos)


Berita Terkait

Politik
Pasca Dibebas Tugaskan, Jabatan Sekda Masih Kosong
08-09-2020 | 11:07 wib

Politik
Gubernur Jatim Bebas Tugaskan Sekda Yang Melanggar Disiplin ...selanjutnya
28-08-2020 | 00:18 wib

Pilkada
Yuhronur Efendy Resmi Mundur Dari Sekda, Calonkan Diri Jadi ...selanjutnya
19-08-2020 | 22:06 wib

Hukum
Pasca P21, Kejaksaan Langsung Serahkan Perkara Sekda Ke Peng...selanjutnya
04-08-2020 | 20:02 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062