Peras Korban Mengaku Satintelkam Polda, 2 Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Malang, 2 Pelaku Masih DPO
Putra TNI Dapat Pelatihan Pencegahan Penggunaan Narkoba
Diduga Korsleting Listrik, Atap Rumah Terbakar
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan



Covid-19
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Senin, 13-07-2020 | 04:27 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com  Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid kecewa atas sikap Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, yang menyalahkan santri saat kembali ke pondok pesantren di Ponorogo tidak melengkapi diri dengan surat keterangan rapid test.
Jazilul Fawaid memahami aturan di Kota Reog yang mengharuskan para santri yang kembali ke pesantren agar melengkapi diri dengan surat keterangan rapid test. "Tetapi jangan seolah-olah menyalahkan santri, orang tua santri, dan pengasuh pesantren," ujarnya, Jakarta, 12 Juli 2020.
Menurut Wakil Ketua Umum PKB itu, untuk ukuran orang tua santri, melakukan rapid test untuk anaknya, disebut tidak mudah dan tidak murah. "Biayanya hampir Rp 400.000-an per anak," ungkapnya.

Jazilul Fawaid yang akrab disapa Gus Jazil ini berani mengatakan demikian sebab dirinya tahu dari 3 keponakan yang nyantri di Pesantren Gontor di mana mereka diminta biaya rapid test dan bayar bis rombongan.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo tidak hanya memberi himbauan namun juga harus membantu para santri. Menurutnya, semestinya para santri dibantu, disubsidi, bahkan digratiskan dalam masalah rapid test. Hal demikian disebut Gus Jazil bukan mengada-ada karena di tengah pandemi Covid-19, pendapatan para wali (orangtua) santri menurun.

Di sisi yang lain pengeluaran untuk anaknya bertambah bila adanya kewajiban untuk rapid test dengan biaya sendiri. "Belum lagi dengan kebutuhan lain seperti buku, seragam, dan uang asrama," tuturnya.

Membantu rapid test kepada para santri, diakui oleh Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu sangat mungkin sebab saat ini penyerapan anggaran di Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan masih tergolong rendah.

"Kalau masih rendah penyerapan anggarannya, kenapa tidak dialokasikan sebagian untuk para santri. Misalnya dengan mendirikan pelayan rapid test gratis untuk para santri," ujar Gus Jazil.

Skenario kedua untuk membantu para santri dalam soal rapid test, Gus Jazil mengusulkan Pemerintah Kabupaten Ponorogo bisa bekerja sama dengan pemerintah kabupaten atau kota dan provinsi dari asal santri. "Kan bisa bersinergi antar pemerintah daerah," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, sinergi antar pemerintah kabupaten, kota, provinsi, dan pusat menurutnya mestinya dilakukan. "Agar program yang ada bisa dijalankan sesuai rencana dan terintegrasi," ujarnya. Politikus PKB ini mengingatkan jangan sampai masalah sudah besar baru kemudian minta bantuan.

Bantuan kepada pesantren dalam masalah fasilitas kesehatan dalam pencegahan Covid-19, Gus Jazil menyebut sudah lama diperjuangkan. "Syukur aspirasi kita sudah ditanggapi Istana," paparnya.

Gus Jazil bersuara keras terhadap masalah ini sebab Pondok Pesantren Gontor 2 Ponorogo, Jawa Timur, menjadi klaster Covid-19. Di pesantren favorit itu ada ribuan santri. Tercatat hingga Sabtu, 11 Juli 2020, 12 santri positif terjangkit Covid-19.(jpnn/end)


Berita Terkait

Peristiwa
Pengembanagan Pondok Gontor Putri, SMPN 1 Mantingan Akan Dip...selanjutnya
27-03-2018 | 16:01 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062