Peras Korban Mengaku Satintelkam Polda, 2 Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Malang, 2 Pelaku Masih DPO
Putra TNI Dapat Pelatihan Pencegahan Penggunaan Narkoba
Diduga Korsleting Listrik, Atap Rumah Terbakar
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan



Covid-19
Kemenkes Keluarkan Tarif Rapid Tes Mandiri Rp 150 Ribu
Selasa, 14-07-2020 | 12:00 wib
Reporter : Iman Pujiono
Kementrian Kesehatan, menetapkan harga rapid test untuk pasien mandiri sebesar Rp 150 ribu. Foto: Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com  Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan, menetapkan harga rapit test untuk pasien mandiri sebesar Rp 150 ribu. Harga tersebut diterapkam di semua fasilitas kesehatan di Indonesia.
Surat edaran kemenkes tersebut dengan nomor HK 02/02/01/2875/2020 tentang batasan pemeriksaan rapid test antibodi bagi pasien mandiri.

"Pemerintah mematok harga sebesar Rp 150 ribu rupiah bagi semua fasilitas kesehatan rumah sakit milik pemerintah maupun rumah sakit swasta," jelas dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp. M, MPH, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan.

Adapun penetapan harga tersebut merupakan harga pemeriksaan rapi test termasuk biasa alat rapit tes, alat pelindung diri untuk petugas medis termasuk biaya jasa layanan. "Meski demikian Kemenkes belum menetatapkan sanksi nyata terkait pelangaran penetapan harga rapit tes," imbuhnya.

Adanya regulasi harga rapid test disambut baik oleh Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). "Keputusan  terbut merupakan keputusan yang tepat, agar harga rapit test diberbagai tempat pelayanan kesehatan setara dan sama," kata Dr. dr. Lia G. Partakusuma, Sp. Pk, Mars, MM, sekretaris jenderal Persi. (yos)


Berita Terkait

Kesehatan
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test...selanjutnya
05-08-2020 | 07:05 wib

Peristiwa
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
04-08-2020 | 16:00 wib

Peristiwa
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinya...selanjutnya
04-08-2020 | 12:00 wib

Metropolis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
04-08-2020 | 10:20 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062