Perda Covid Juga Pergub Sudah Dikirim Ke Mendagri, Hasil Belum Keluar
Usaha Jahitan Banjir Order Masker Merah Putih
Warga Surabaya Ciptakan Aplikasi Nabung Tanah Sistem Patungan
Putra Sulung Risma Siap Maju Jika Diusung PDIP
Bawaslu Surabaya Kabulkan Permohonan Bapaslon Perseorangan Yasin-Gunawan
KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang



Sosok
Seorang Guru Rela Mengajar Hingga Tengah Sawah Saat Wabah Corona
Rabu, 29-07-2020 | 20:12 wib
Reporter : Ken Ibrahim Sakti
Selain ditempat terbuka, Guru Safuan juga mendatangi rumah warga. Ada beberapa anak yang berkumpul untuk nenanti pak guru memberikan pelajaran. Foto Ken Ibrahim Sakti
Lamongan pojokpitu.com   Seorang guru kelas 4, SDN Kedungkumpul 1 Kecamatan Sarirejo , Lamongan, mendatangi satu persatu muridnya untuk memberikan materi pelajaran. Bahkan sang guru bersama teman guru lainnya , rela harus ke sawah saat muridnya sedang membantu orang tuanya.
Safuan, guru kelas 4 SDN Kedungkumpul 1, Kecamatan Sarirejo , Kabupaten Lamongan mengunjungi para siswanya yang belum masuk akibat dampak pandemi covid-19. Tak terkecuali bagi murid yang tidak berada di rumah, Safuan harus rela mendatangi muridnya yang sedang berada dipersawahan.

Layaknya berada di dalam ruangan kelas, Safuan tidak merasa canggung untuk memulai pelajaran. Pak Guru Safuan memberikan materi pelajaran sesuai dengan jadwal pelajaran sekolah, juga menyampaikan secara lisan materi pelajaran di depan  muridnya .

"Karena menjadi program Dinas Pendidikan, juga sebagai bentuk perhatian kami terhadap semua murid. Selain proses belajar mengajar secara on line, harus bertatap muka dengan murid, dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Safuan.

Proses belajar dengan cara mendatangi murid satu persatu dirasa sangat jitu, sehingga akan muncul perasaan senang bagi muridnya. Sedangkan bagi siswa, mereka merasa kangen dengan suasana belajar di sekolah. Karena sudah lama tidak bertemu dengan banyak teman, dan berharap corona segera berlalu. (pul)



Berita Terkait

Pendidikan
35 Guru di Surabaya Meninggal Dunia Diduga Akibat Terpapar C...selanjutnya
14-08-2020 | 19:44 wib

Peristiwa
Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
04-08-2020 | 17:53 wib

Malang Raya
Terkendala Internet, Guru Datangi Siswa di Rumah
31-07-2020 | 03:08 wib

Pendidikan
Guru Harus Aktif, Lakukan Jemput Bola Demi Siswa Tak Memilik...selanjutnya
30-07-2020 | 13:05 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062