Catat Menu Makan Malam yang Aman Untuk Gula Darah Pasien Diabetes
Perda Covid Juga Pergub Sudah Dikirim Ke Mendagri, Hasil Belum Keluar
Usaha Jahitan Banjir Order Masker Merah Putih
Warga Surabaya Ciptakan Aplikasi Nabung Tanah Sistem Patungan
Putra Sulung Risma Siap Maju Jika Diusung PDIP
Bawaslu Surabaya Kabulkan Permohonan Bapaslon Perseorangan Yasin-Gunawan
KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan



Pendidikan
Guru Harus Aktif, Lakukan Jemput Bola Demi Siswa Tak Memiliki Gawai
Kamis, 30-07-2020 | 13:05 wib
Reporter : Zulkifli Zakaria
Selama musim pandemi covid 19 ini proses belajar mengajar di SDN Lopang 3 Kecamatan Kembang Bahu Lamongan, terpaksa dilakukan di rumah-rumah siswanya secara kelompok. Foto Zulkifli Zakaria
Lumajang pojokpitu.com   Dikarenakan banyak wali murid yang tidak memiliki gawai dan sulit jaringan internet masuk di daerah, salah satu SDN di Kecamatan Kembang Bahu lamongan melakukan inovasi proses belajar mengajar dengan cara mendatangi rumah ke rumah muridnya .
Bahkan tak jarang para guru SDN Lopang 3 ini berjalan kaki beberapa kilo meter untuk menuju ke rumah muridnya. Sebab masih banyak para wali murid di SDN tersbeut yang belum memiliki gawai. Selain itu juga sulit jaringan internet yang masuk ke daerah tersebut.

Seperti halnya Afiratul Fadila salah satu guru, rela berjalan kaki beberapa kilo meter untuk bisa bertemu dengan para murid dalam memberikan pelajaran sekolah. "Selain itu juga mengobati rasa kangen terhadap murid saya selama liburan panjang akibat virus covid 19 ini," kata Afiratul Fadila.

Semenatar itu , menurut Sapuan Kepala SDN Lopang 3, pihak sekolah terpaksa melakukan hal ini dikarenakan jaringan internet sulit dan masih banyak wali murid tidak memiliki gawai. Untuk itu pihak sekolah mengambil langkah dengan cara memberikan pelajaran ke rumah - rumah siswanya.

Meskipun begitu, dalam memberikan pelajaran di rumah, guru dan murid tetap menggunakan protokol kesehatan . Seperti menggunakan masker, jaga jarak. (pul)





Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062