Gapoktan Berharap Ada Kepastian Terkait Penggunaan Jebakan Tikus
Terjaring Razia Tak Bawa Masker, Seorang Wanita Menangis
Wisata Makam Warna Warni
Wabup Pastikan Denda Tidak Pakai Masker Kurang Dari Rp 250 Ribu
Cegah Klaster Covid 19, Usia Dibawah 10 Tahun dan Diatas 60 Tahun Dilarang ke Gunung Bromo
Besaran Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Akan Dinaikkan
Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Kabupaten Bojonegoro Menurun
Tak Pakai Masker, Puluhan Pengendara Didenda
Angka Pernikahan Dini di Ponorogo Melejit
Pendidikan Tertib Lalin Melalui Kampung Tangguh Semeru



Kesehatan
Ratusan Napi dan Pegawai Lapas Tulungagung Jalani Rapid Test
Kamis, 30-07-2020 | 18:00 wib
Reporter : Agus Bondan
Ratusan warga binaan dan pegawai Lapas Kelas Dua B Tulungagung, menjalani rapid tes covid 19. Foto: Agus Bondan
Madiun pojokpitu.com   Ratusan warga binaan dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas Dua B Tulungagung, menjalani rapid test. Hal tersebut dilakukan guna mendeteksi ada tidaknya sebaran covid-19 di dalam lapas.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Tulungagung Didik Eka, mengatakan, rapid test dilakukan terhadap seluruh penghuni lapas, mulai dari yang berstatus tahanan hingga narapidana.  "petugas medis menyiapkan sekitar 700 alat rapid test," jelasnya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi lebih dini, ada atau tidak warga binaan lapas yang terindikasi terpapar virus corona. "Jika ditemukan yang reaktif, maka kita akan menerapkan prosedur penanganan covid-19 dengan melanjutkan melalui pemeriksaan spesimen swab tenggorokan," terang Didik Eka.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Tulungagung Tunggul Buwono, mengatakan, jumlah warga binaan saat ini mencapai 610 orang. Sedangkan pegawai lapas yang ikut menjalani pemeriksaan sekitar 60 orang.

"Rapid test tersebut dilakukan agar  kita dapat mendeteksi lebih dini, jika ada warga binaan atau pegawai yang terpapar virus corona. Sehingga dapat diambil langkah lanjutan dengan cepat dan tepat," jelas Tunggul Buwono.

Pihaknya optimistis, potensi penyebaran covid-19 di dalam lapas sangat kecil, sebab sejak Maret lalu seluruh penghuni tidak melalukan interaksi langsung dengan masyarakat luar, jam besuk ditiadakan dan sidang dilakukan secara online.

Pihak lapas mengaku telah menyiapkan ruang isolasi khusus, guna mengantisipasi jika ada warga binaan yang reaktif atau positif corona. (yos)



Berita Terkait

Kesehatan
Instruksi WHO, Tes Semua Orang Sekalipun Tak Tunjukkan Gejal...selanjutnya
31-08-2020 | 09:21 wib

Kesehatan
Pasca Libur Panjang Bupati Gresik Perintahkan Semua ASN di P...selanjutnya
24-08-2020 | 18:40 wib

Peristiwa
Karyawan BPR Jalani Rapid Test dan Swab
24-08-2020 | 16:21 wib

Metropolis
Risma Rapid Tes Puluhan Pengunjung Warkop Bandel
16-08-2020 | 18:00 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062