Catat Menu Makan Malam yang Aman Untuk Gula Darah Pasien Diabetes
Perda Covid Juga Pergub Sudah Dikirim Ke Mendagri, Hasil Belum Keluar
Usaha Jahitan Banjir Order Masker Merah Putih
Warga Surabaya Ciptakan Aplikasi Nabung Tanah Sistem Patungan
Putra Sulung Risma Siap Maju Jika Diusung PDIP
Bawaslu Surabaya Kabulkan Permohonan Bapaslon Perseorangan Yasin-Gunawan
KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan



Malang Raya
Terkendala Internet, Guru Datangi Siswa di Rumah
Jum'at, 31-07-2020 | 03:08 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com   Pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid 19 sudah banyak membuat kesulitan orang tua maupun anak didik lantaran penyediaan internet dalam proses pembelajaran daring.
Guna tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pendidikan para siswanya, seorang guru juga harus rela mendatangi rumah para siswanya, untuk memberikan pengajaran.

Seperti yang dilakukan Damiati, salah satu guru di Sekolah Dasar Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang memilih untuk mendatangi rumah para anak didiknya lantaran permasalahan kuota internet yang dikeluhkan wali murid saat ini.

Ibu guru yang telah puluhan tahun mengabdikan dirinya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ini, memiliki beban moral dikarenakan tak semua anak didiknya mampu mengikuti pembelajaran secara daring dan tentunya wali murid mereka juga yang memiliki urusan sendiri.

Ditambah, psikis anak yang mulai bosan di rumah karena tak kunjung bisa beraktifitas di sekolah bersama teman-teman sebayanya, membuat dirinya memilih untuk mendatangi siswa kekediamannya sekaligus memberikan obat atas rindunya mereka akan sosok guru.

Metode mendatangi rumah siswanya ini, ia buat berkelompok sebanyak 5 siswa per pertemuan, dengan menggunakan salah satu rumah warga untuk menghindari kerumunan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Diharapkan, pemerintah segera bisa menemukan formula yang paling tepat bagi dunia pendidikan ditengah bencana non alam ini, sehingga para orang tua siswa tak terbebani dan para siswapun tak semakin stres kehilangan dunia belajarnya. (yos)




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062