Perda Covid Juga Pergub Sudah Dikirim Ke Mendagri, Hasil Belum Keluar
Usaha Jahitan Banjir Order Masker Merah Putih
Warga Surabaya Ciptakan Aplikasi Nabung Tanah Sistem Patungan
Putra Sulung Risma Siap Maju Jika Diusung PDIP
Bawaslu Surabaya Kabulkan Permohonan Bapaslon Perseorangan Yasin-Gunawan
KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang



Icip - Icip
Himung Kopi, Murah Ala Cafe Disajikan di Pinggir Jalan
Sabtu, 01-08-2020 | 20:12 wib
Reporter : Ali Makhrus
Malang pojokpitu.com   Membuka usaha seperti kedai kopi tak melulu harus dimulai dengan modal besar. Salah satu caranya dengan tidak menyewa lapak, yakni dengan membuka lapak non permanen.
Seperti yang dilakukan seorang pemuda dengan berjualan kopi di pinggir jalan raya. Andi sang pemilik ingin memperkenalkan kopi nusantara kepada seluruh lapisan masyarakat. Meski hanya berbekal sepeda angin dan peralatan sederhana, kopi yang Andi sajikan cukup beragam. Rasanya tak kalah dengan kopi yang ada kafe kafe mahal.

Himung kopi, begitulah andi sang pemilik memberi nama. Bukan di kedai atau kafe mewah, melainkan di pinggir jalan Kolonel Sugiono, Mergosono, Kota Malang.

Kopi yang disediakan merupakan biji kopi. Kemudian digiling dan diseduh ketika ada pesanan datang. Sehingga pelanggan dapat memesan kopi sesuai selera dan dengan teknik penyeduhan yang sama ala kafe.

Sementara, jika ada pembeli yang bingung memilih jenis kopi, Andi dengan senang hati akan menjelaskan asal-usul kopi hingga karakter rasanya. Andi juga akan merekomendasikan teknik seduhan yang rasanya bisa disesuaikan dengan selera pelanggan.

Andi Destanto mengatakan, ide awal berjualan kopi di pinggi jalan untuk mengenalkan kopi nusantara kepada seluruh lapisan masyarakat. Pasalnya, selama ini berjualan kopi di pinggir jalan identik dengan kopi kemasan sachet. Maka Andi ingin merubah pemikiran tersebut dengan menyajikan kopi ala kafe.

"Untuk biji kopi, saya mendapatkan dari teman yang sama-sama hobi kopi, dan memiliki saudara petani kopi, sehingga kualitas dapat terjaga," terang Andi.

Sepeda yang ia gunakan sudah dimodifikasi, sehingga bisa menampung toples isi biji kopi, kompor, teko, cangkir, hingga peralatan alat membuat kopi. Andi juga membawa galon air sendiri, demi menjamin kualitas rasa kopi yang ia buat.

Kesan seserhana, santai dan unik inilah yang menjadikan Himung Kopi tak pernah sepi pembeli. Penikmat himung kopi sangat beragam, mulai dari anak muda hingga orang tua.

Karena keunikan dan rasa yang tak kalah dibandingkan kopi di kafe, Himung Kopi setiap kali buka dari pukul 08.00 Wib hingga 12.00 Wib siang, selalu dipadati pembeli. Bahkan 30 hingga 50 cup kopi bisa habis terjual. "Sesuai dengan slogannya, kopi mewah harga murah, harga kopi yang disajikan tidak ada yang lebih dari Rp 10 ribu," kata Andi. (pul)





Berita Terkait

Life Style
Berikut Manfaat Kopi untuk Kesehatan Hati
19-07-2020 | 22:16 wib

Life Style
Efek Samping Minum Kopi tanpa Kafein untuk Kesehatan
19-06-2020 | 20:10 wib

Life Style
Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong, ini 5 Dampaknya
21-05-2020 | 23:15 wib

Peristiwa
Bank Bukopin Gresik Serahkan Sembako Untuk Korban Terdampak ...selanjutnya
13-05-2020 | 13:50 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062