Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab



Covid-19
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Rabu, 05-08-2020 | 16:00 wib
Reporter : Selvy Wang
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita
Surabaya pojokpitu.com   Pemkot surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengklarifikasi pernyataan Walikota Tri Rismaharini yang menyatakan Surabaya telah berwarna hijau.
Pernyataan Walikota Surabaya tersebut berdasarkan data dari kementerian kesehatan, terkait peta rate of transmission atau nilai penularan covid-19 yang telah berwarna hijau. Pernyataan itu disampaikan saat Walikota Risma melakukan video conference dengan warga Kecamatan Gunung Anyar,  pada Sabtu 1 Agustus 2020 lalu.

Berdasarkan data tersebut, Risma menyatakan peta  Surabaya sudah berwarna hijau. Artinya tingkat penularan covid-19 sudah rendah, dengan pertimbangan jumlah kesembuhan lebih banyak dari jumlah orang yang sakit .

Mengklarifikasi pernyataan Walikota Surabaya tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan jika peta Surabaya berwarna hijau, artinya angka rate of transmission kurang dari 1. Dengan rate of transmission kurang dari 1 maka penularan covid-19 di Surabaya  sudah terkendali. Posisi  Surabaya dengan rate of transmission kurang dari 1 yakni selama 2 minggu terakhir.

"Jadi yang dimaksud oleh bu wali adalah angka reproduksi efektif di Kota Surabaya kita lihat 2 minggu terakhir 21 Juli, kita lihat angka RT kurang dari 1 angka ini hijau yang disampaikan menggambarkan penularan dapat dikendalikan. Jangan lupa angka ini bergerak dinamis maka masyarakat Surabaya tetap harus melaksanakan protokol kesehatan," kata Febria Rachmanita.

Masih menurut Febria Rachmanita, bahwa angka merah sudah resiko tinggi penularanya, namun jika sudah di bawah 1 berarti sudah terkendali. Bahkan jika RT kurang dari satu kemungkinan penyakit hilang dari populasi. "Kita sempat berada pada posisi itu selama 2 minggu terakhir ini," tambah Febria Rachmanita. (pul)
 




Berita Terkait

Metropolis
Beredar Surat Edaran Pemkot Galang Dana Dari Karyawan Dan Pe...selanjutnya
02-07-2020 | 08:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062