Sidang Putusan Kasus Ancaman Pembunuhan Sekda Nonaktif Ditunda
Barang Bukti Narkoba Senilai Rp 150 Juta Dimusnahkan
Lima Tersangka Pengeroyokan Ditangkap, Dua di Antaranya Masih di Bawah Umur
Dokter Pamekasan Meninggal Dunia Setelah Terpapar Covid-19



Rehat
Cantiknya Masker Batik Dengan Teknik Batik Usap Jari
Senin, 10-08-2020 | 21:10 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Dengan teknik batik usap jari, batik ini mampu menembus pasar Asia. Foto: Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com   Di masa pandemi covid 19, banyak pelaku usaha yang terus memodifikasi usahanya. Salah satunya pengrajin batik di Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Sepinya pesanan, tidak menyurutkan untuk berkreasi, salah satunya membuat masker batik nan cantik. Dengan teknik batik usap jari, batik ini mampu menembus pasar Asia.

Di rumah sederhana, Niko Sawiji, warga Jalan Angguran Jaya, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kanigaran, Kota Probolinggo, menyulap menjadi galeri batik yang mulai diperhitungkan di dunia internasional.

Di awal-awal pandemi virus corona ini, nyaris usahanya lumpuh hampir tidak ada pesanan, baik pemesan dari luar negeri, maupun seputar kota.

Pria lajang 29 tahun ini kemudian coba-coba membuat masker batik bersama 2 sahabatnya. Masker batik sendiri selama beberapa bulan ini justru menjadi trend mode tersendiri, selain busana.

Saat di jual melalui online inilah, ternyata banyak peminat, hingga mancanegara. Sedikit-demi sedikit usaha batiknya pun mulai bergairah kembali.

Teknik membatik sekilas sama seperti membatik pada umumnya, mulai dari membuat mal gambar di kain, hingga mencantingnya secara detail.

Namun yang berbeda pada pewarnaanya, teknik yang dipakai adalah teknik "usap jari", dimana setelah kain diberi warga menggunakan kuas, selanjutnya diusap menggunakan jari hingga menghasilkan gambar gradasi.

"Teknik ini memerlukan ketelatenan tersendiri, jika keluar garis maka langsung disortir," kata Edi Santuso, pelukis batik.

Menurut Niko, pemesan dari luar negeri rata-rata meminta masker batik dengan motif bunga, hewan, dan daun-daunan. "Karena 100 persen karya tangan, harganya per masker dibandrol Rp 50 ribu," ucapnya. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Tak Pakai Masker,Pemuda Mabuk Adu Mulut Dengan Petugas
14-11-2020 | 06:24 wib

Peristiwa
Kadinkes: Baru 60 Persen Masyarakat yang Pakai Masker
12-11-2020 | 21:10 wib

Peristiwa
Berkah Pembuat Konektor Masker di Tengah Pandemi
08-11-2020 | 05:30 wib

Peristiwa
Peringati HDKD, Imigrasi Pamekasan Bagi-Bagi Masker, Handsan...selanjutnya
06-11-2020 | 18:26 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062