Shaheer Sheikh Menikahi Ruchikaa Kapoor, Ayu Ting Ting Berkomentar Begini
Raih AMI Awards 2020, Once Mekel Doakan Musisi Indonesia Tetap Tegar
Honda E Jadi Mobil Jepang Pertama Dianugerahi Gelar German Car of The Year 2021
Kabar Terbaru Dari Legenda Tinju Mike Tyson, Seru!



Sepak Bola
PSSI dan PT LIB Rayu Klub - Klub Agar Bersedia Ikuti Lanjutan Kompetisi
Rabu, 19-08-2020 | 18:37 wib
Reporter : Ambari Taufiq
Latihan Persebaya. Foto : Ambari Taufiq
Surabaya pojokpitu.com  PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi terus mencari jalan keluar agar rencana lanjutkan kompetisi Liga 1 berjalan mulus. Induk organisasi sepakbola Indonesia ini terus melakukan pendekatan terhadap klub yang belum memberikan pernyataan mengikuti kompetisi. Salah satunya adalah Persebaya Surabaya. Meski kompetisi tinggal satu setengah bulan lagi tepatnya tanggal 1 Oktober 2020 , namun hingga saat ini Persebaya belum menyatakan kesediaannya mengikuti kompetisi tahun ini.
Tim kebanggaan arek Suroboyo ini masih menunggu detailnya protokol kesehatan di saat pandemi. Sementara itu Madura United yang semula menolak kompetisi model apapun, kini tim berjuluk Sappe Kerrap ini akhirnya bersedia mengikuti juga. CEO Madura United, Haruna Sumitro mengatakan, demi kepentingan orang banyak MU tak ingin menzdolimi orang banyak. Tak jauh beda dengan Madura United, Bhayangkara FC , tim milik Kepolisian Republik Indonesia menurut apa kata PSSI saja.

Rencana PSSI dan PT LIB yang akan menggelar lanjutan kompetisi Liga 1 usai terhenti saat pandemi, kini PSSI dan PT LIB bekerja keras ingin menata ulang kembali sepakbola Indonesia melalui  kompetisi. Namun rencana tersebut tidak berjalan mulus meski PSSI dan PT LIB selaku operator kompetisi sudah mencari solusi bagaimana agar sepakbola Indonesia tidak mati suri.

Selain mengiming-imingi peserta klub dengan memberikan subsidi dana sebesar Rp 800 juta per bulan, PSSI juga menyediakan hadiah Rp 1,5 milyar bagi sang juara. Tidak hanya itu saja, PSSI juga membebaskan biaya rapid test dan swab test terhadap pelaku sepakbola selama kompetisi per dua minggu sekali.

Di samping itu, PSSI juga nenerapkan protokol kesehatan ketat para pelaku baik di lapangan maupun di luar lapangan. Meski demikian konsep PSSI ini belum sepenuhnya diterima oleh peserta. Terbukti masih ada klub yang belum bisa menerima konsep PSSI ini. Salah satunya adalah Persebaya. Tim kebangaan arek Suroboyo ini masih belum sreg dengan apa yang dikonsepkan PSSI ini.

Manager klub Persebaya Candra Wahyudi, lewat media officer Yonathan Yohvino mengatakan, kalau Persebaya belum berubah sikap. Artinya, belum menerima konsep yang ditawarkan PSSI. Tim kebanggaan arek Suroboyo ini masih menunggu penjelasan lebih detail soal protokol kesehatan dari PT LIB untuk kelanjutan Liga 1 tahun 2020.

Menurutnya, manager meeting di Jakarta pekan lalu, belum memberikan jawaban utuh atas regulasi yang akan menjamin keselamatan pelaku sepakbola secara utuh .

"Penjelasan pada saat meeting itu masih bersifat umum. LIB belum memberi gambaran yang lebih utuh terkait hal-hal teknis yang kemungkinan terjadi di lapangan. Diantaranya, bagaimana penerapan protokol kesehatan bagi klub selama masa persiapan atau latihan sebelum memasuki kompetisi. Ini penting, agar semua klub miliki panduan yang jelas dan terarah selama melakukan persiapan. Ada standar bersama yang bisa diterapkan. Klub tidak membuat standar yang dibangun sesuai persepsi masing-masing. Dengan begitu, ketika memasuki kompetisi, tidak perlu ada lagi kekhawatiran terkait paparan covid-19," ungkap Yonathan Yohvino.

"Perlu juga dijelaskan mitigasi atau penanganan yang harus dilakukan oleh klub, LIB, maupun pihak lain yang terkait, bila ada pemain atau pun offisial yang hasil swab test-nya positif, klub harus mendapat gambaran utuh dan detail agar tidak gagap bila kejadian yang tidak diinginkan ini terjadi," tuturnya lagi.

Persebaya juga membutuhkan gambaran menyeluruh, bagaimana langkah-langkah PSSI maupun LIB untuk memastikan agar lanjutan kompetisi tidak berpotensi menjadikan kluster baru penyebaran covid-19. Ini terkait dengan pertandingan-pertandingan yang berpotensi terjadi pengumpulan masa di lokasi pertandingan maupun tempat-tempat umum.

"Selagi pertanyaan-pertanyaan di atas belum terjawab secara tuntas, Persebaya menyatakan untuk tetap menunggu dan mengikuti perkembangan yang ada," tegasnya.

Beda dengan manajemen, pendukung fanatik Persebaya Bonek mania pun tak sungkan sungkan untuk mengkritik dan mendukung keputusan tim kebangaannya jika tidak sejalan dengan pemikirannya.

Eko Hadi dan Yayak misalnya, pentolan Bonek SKJ, Bonek Sobo Panti maupun Bonek PSP berharap jika kelak Persebaya ikut kompetisi, dia akan mendukung baik di dalam setadion maupun di luar stadion.

Sementara itu, Madura United yang semula menolak model apapun bentuk kompetisi yang ditawarkan PSSI, tim berjuluk Sappe Kerrap ini akhirnya menerima keputusan PSSI, yakni bersedia ikuti kompetisi.

CEO Madura United, Haruna Sumitro menjelaskan, sebagai pelaku sepakbola, pihaknya tidak serta merta menuruti keinginan atau ego diri sendiri. "Sebab di sepakbola ini banyak para pelaku , yang selain membutuhkan hiburan juga membutuhkan asupan gizi untuk menghidupi diri dan keluarga. Berapa juta orang yang sudah mengggantungkan hidupnya di sepakbola," katanya.

Haruna yang sempat dijuluki sebagai gubenurnya sepakbola Jawa Timur karena prestasinya di dunia sepakbola menambahkan, apa gunanya mengurusi sepakbola kalau tidak mau sengsara. Ia yang sudah kenyang makan asam garam di dunia si kulit bundar ini tahu betul jika tidak ada sepakbola atau tidak ada kompetisi.

Masih menurut Haruna, yang kini juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI, sebagai orang sepakbola, dirinya akan terus mendorong PSSI agar PSSI mau belajar dari orang lain atau negara lain menghadapi carut marutnya sepakbola di saat pandemi ini.

Haruna pun berharap dengan adanya kompetisi akan tercipta timnas yang baik dan sehat. Lain  Persebaya, lain Madura United. Bhyangkara FC yang notabene klub milik Kepolisian Republik Indonesia ini tak banyak berkomentar soal kompetisi ini.

CEO Bhayangkara FC Kombespol Sumardji mengatakan, kalau Bhayangkara FC tidak keberatan jika harus mengikuti kompetisi. Bhayangkara FC akan siap setiap saat jika kompetisi itu kembali digelar.

Pria yang juga menjabat sebagai Kapolresta Sidoarjo ini berharap PSSI dan PT LIB benar-benar menjalankan amanat klub dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di di dalam lapangan maupun diluar lapangan pada pelaku sepakbola.(end)
 




Berita Terkait

Sepak Bola
Laskar Joko Tingkir Siap Hadapi Lanjutan Kompetisi Liga 1
18-08-2020 | 17:47 wib

Sepak Bola
Inilah Jadwal lengkap kompetisi Liga 1 2017
16-04-2017 | 23:46 wib

Sepak Bola
Inilah Regulasi Kompetisi Liga 1
30-03-2017 | 22:56 wib

Sepak Bola
Kick Off Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Akan Bergulir April
16-03-2017 | 21:02 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062