Raih AMI Awards 2020, Once Mekel Doakan Musisi Indonesia Tetap Tegar
Honda E Jadi Mobil Jepang Pertama Dianugerahi Gelar German Car of The Year 2021
Kabar Terbaru Dari Legenda Tinju Mike Tyson, Seru!



Mataraman
Diduga Bayi Tertukar dan Dibawa Ortu Dalam Kondisi Bayi Meninggal
Senin, 31-08-2020 | 10:39 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Sepasang suami istri di Nganjuk tak terima dan mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk, tak terima karena bayi yang dilahirkannya berjenis kelamin perempuan. Namun seminggu dari kelahiran, bayi diserahkan berjenis kelamin laki-laki bahkan bayi dalam kondisi sudah tak bernyawa. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com  Sepasang suami istri di Nganjuk tak terima dan mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk, meraka tak terima karena bayi yang dilahirkannya berjenis kelamin perempuan diperkuat dengan catatan medis. Namun pasca seminggu dari kelahiran, bayi diserahkan ke orangtuanya berjenis kelamin laki-laki bahkan bayi dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Adalah Fery Sujarwo (30) warga Desa Sono Bekel Kecamatan Tanjunganom Nganjuk, Minggu (30/8) malam mendatangi RSUD Nganjuk, ia hendak menemui kepala RSUD Nganjuk dan meminta pertanggujawaban atas dugaan tertukarnya bayi yang baru dilahirkan oleh Arum Rosalia istrinya pada tanggal 18 Agustus 2020.

Sebab saat dilahirkan bayi korban berjenis kelamin perempuan, dan diperkuat dengan bukti catatan kelahiran dari pihak dokter yang menyatakan perempuan, karena lahir prematur maka bayi yang di beri nama Ayra Shirly Alnaira  itu harus dirawat di RSUD Nganjuk di dalam inkubator.

Selang seminggu atau tanggal 28 Agustus, pihak dokter meminta agar orang tua bayi membawa pulang bayinya, karena pihak RSUD menyatakan bayi meninggal dunia. Ahirnya pihak orangtua membawa bayinya yang sudah dibungkus kain jarik oleh pihak RSUD, tanpa melihat jenis kelaminnya.

Namun saat berada di rumah, orangtua bayi kaget saat bayi yang diserahkan oleh RSUD dan dibawa orangtuanya itu ternyata berjenis kelamin laki laki, dan diyakini bukan anak dari pasutri korban, terlebih gelang identitas bayi sudah tidak ada.

Atas meninggalnya itu korban meminta pertanggungjawaban dari RSUD Nganjuk , dengan mengembalikan anaknya yang berjenis kelamin perempuan ke korban. "Saya menduga ada kesengajaan dari oknum pegawai RSUD Nganjuk untuk menukar bayi saya," jelas Fery Sujarwo.

Sementara pihak pihak RSUD Nganjuk melalui Wadir Pelayanan, Tien Farida, saat di rumah korban menyampaikan bahwa pada tanggal 18 Agustus tidak ada bayi lain yang lahir selain bayi korban.

"Pihak rumah sakit juga meminta agar bayi dilakukan tes DNA untuk mengetahui kepastian status bayi tersebut," jelasnya.

Terkait data yang menyatakan perempuan, pihak rumah sakit mengaku ada kesalahan administrasi atau penulisan saja. Sebab saat bayi lahir dengan kondisi kritis, bayi langsung dilarikan ke ruang darura, sehingga tidak sempat melihat jenis kelamin bayi.

"Dimungkinkan petugas salah menulis karena kondisi yang masih belum terkendali, pihak RSU memastikan bahwa tidak ada kesengajaan untuk menukar bayi," terang Tien Farida.

Ahirnya malam hari itu juga, jenazah bayi dievakuasi ke RS Bhayangkara Kediri guna proses otopsi DNA. Pihak RSUD Nganjuk juga melakukan investigasi internal guna mengetahui pasti kebenaran kasus tersebut.

Hingga saat ini kasus dugaan kelalian petugas RSUD Nganjuk, masih dalam proses mediasi secara  kekeluargaan. Pihak korban berencana menuntut rsud nganjuk dan mengambil jalur hukum. (yos/VD:YAN)


Berita Terkait

Peristiwa
LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
25-09-2020 | 01:06 wib

Peristiwa
Dinilai Sama Sama Bersalah, Kasus Bayi Ahirnya Damai
23-09-2020 | 18:00 wib

Peristiwa
Sidang Perdana Kasus Bayi, Hasil Tes DNA Identik
17-09-2020 | 17:18 wib

Peristiwa
Dua Minggu Lebih Tes DNA Bayi Tak Terpublikasi
15-09-2020 | 13:38 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062