Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
Polisi Temukan Sapi Korban Pencurian
Kelabui Petugas, Miras Disembunyikan di Ladang Jagung
Pembelajaran Tatap Muka, Dindik Cek Kesiapan Sekolah
Paslon 2 Machfud-Mujiaman Siapkan 12 Ribu Saksi Tangguh Maju
Pemerintah Jatim Terus Mengelar Sinergi Forkopimda Untuk Ciptakan Pilkada Aman Damai
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Dua Rumah dan Satu Gudang Penyimpanan Solar Ludes Terbakar
Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan



Covid-19
Peneliti Unair Temukan Mutasi Virus Corona
Rabu, 02-09-2020 | 10:08 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Pakar Biomolekular Universitas Airlangga Surabaya, mengatakan mutasi D614G dan Q677H telah terjadi di negara lain. Foto : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com  Pakar Biomolekular Universitas Airlangga Surabaya, Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsih menemukan mutasi virus corona baru di Surabaya, yakni tipe Q677H. Mutasi tipe Q677H sama seperti tipe D614G yang sekarang sedang dibicarakan di berbagai negara.
Mutasi virus corona tipe Q677H yang baru ditemukan di Surabaya ini, berada di lokasi spike yang sama dengan mutasi D614G. Mutasi D614G dan Q677H menunjukkan lokasi yang sama dari mutasinya yakni perubahan asam amino pada lokasi D614G dan Q677H. Mutan ini posisinya dekat dengan pemotongan purin enzim protease yang dimiliki sel inang dalam hal ini manusia, tepatnya di sel paru-paru.

Profesor Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Pakar Biomolekular Universitas Airlangga Surabaya, mengatakan mutasi D614G dan Q677H telah terjadi di negara lain.

"Dari data yang ada, mutasi Q677H telah ditemukan pada bulan Mei di enam negara termasuk Indonesia, tepatnya di Surabaya. Dan saat ini mutasi corona D614G yang disebut-sebut memiliki kemampuan menyebar 10 kali lebih cepat ini telah berkembang di 24 negara," kata Ni Nyoman Tri Puspaningsih, pakar biomolekular.
 
Profesor Nyoman mengungkapkan, saat ini tim peneliti Unair telah mendeteksi pengaruh penyebaran mutan tersebut. Dan saat ini sedang melakukan blocking di daerah mutasi tersebut.(end)




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062