Para Ibu Ngeluruk Bawaslu Laporkan Video Viral Yel Yel Menghujat Walikota Risma
Buntut Gelapkan Uang Kompensasi, Puluhan Warga Pungging Tuntut Kepala Dusun Dicopot
Perangkat RT Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Taman Baca Anak, Alternatif Hiburan Sambil Belajar di Masa Pandemi
Pelaku Pembunuhan Bertambah 1, Setelah Istri Korban Menjadi Tersangka
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Seleksi Kang-Yuk Probolinggo Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Grand Final Bakal Live di JTV
Himawan Dukung JaDI Lakukan Pemantauan Terhadap Netralitas ASN
Netralitas ASN Jadi Poin Penting Peringatan Hari Jadi KORPRI ke - 49
Wawalikota Malang Perkenalkan Tanaman Pole Sebagai Tanaman Hiasan Kota
Dimakamkan 3 Tahun Lalu, Jazad Kiai Masih Utuh
Hadapi Musim Hujan, SAR Latih Relawan Penyelamatan Korban Banjir
Jelang Pungut Suara, KPPS se-Kota Blitar Jalani Rapid Test
Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada



Tapal Kuda Dan Madura
Penipuan Dengan Mengatasnamakan Bupati Lumajang
Selasa, 08-09-2020 | 11:23 wib
Reporter : Achmad Arif
Lantaran merasa tertipu, seorang pengurus yayasan pondok pesantren di Lumajang, Senin (8/9) siang, mendatangi kantor kepolisian resort setempat untuk melapor. Foto: Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com   Lantaran merasa tertipu, seorang pengurus yayasan pondok pesantren di Lumajang, Senin (8/9) siang, mendatangi kantor kepolisian resort setempat untuk melapor. Korban tertipu mengirimkan sejumlah uang kepada seseorang yang mengatasnamakan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.
Adalah Khusnul Khotimah, pengurus yayasan Pondok Pesantren Izzatul Jannah, di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodo, mendatangi sentra pelayanan kepolisian terpadu, mapolres setempat. Ia bermaksud melaporkan kejadian penipuan yang telah menimpa dirinya dan yayasannya.

Saat itu, ia mendapat pesan whatshapp dari nomer yang berprofil gambar Bupati Lumajang, Thoriqul. Melalui nomer tersebut, korban diminta untuk mengirimkan nomer rekening yayasan untuk ditransfer sejumlah uang untuk pengembangan yayasan.

Tak lama kemudian, pelaku mengirimkan screenshot pengiriman uang melalui M-Bangking sebesar Rp 13 juta secara bertahap. Namun, tak lama kemudian pelaku meminta korban untuk mengirim kembali uang tersebut kepada anak asuh bupati yang sakit di luar kota.   

Karena percaya yang menstansfer itu adalah bupati, korban kemudian mengirimkan sejumlah uang ke nomer rekening yang dikirimkan oleh pelaku secara bertahap pula hingga mencapai tujuh juta lima ratus rupiah.

Padahal, screnshot M-Bangking itu palsu, korban baru sadar kalau ia tertipu setelah nomer yang menghubunginya berubah-ubah dan pelaku meminta pulsa.
 
AKBP Dedy Foury Millewa, Kapolres Lumajang, menjelaskan, atas kejadian tersebut,  pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk selalu croscek dan tidak mudah tertipu dengan mengatasnamakan pejabat publik melalui pesan singkat. (yos)





Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062