Susur Sungai, Bupati Temukan Sampah Popok Bayi Potensi Mencemari
Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Derita Bocah 5 Tahun, Setelah Kaki Kanannya Harus Diamputasi
Pasca Kiyai Kampung Tarik Dukungan, Wakil Ketua Pemenangan Kelana Angkat Bicara
Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
Polisi Temukan Sapi Korban Pencurian
Kelabui Petugas, Miras Disembunyikan di Ladang Jagung
Pembelajaran Tatap Muka, Dindik Cek Kesiapan Sekolah
Paslon 2 Machfud-Mujiaman Siapkan 12 Ribu Saksi Tangguh Maju
Pemerintah Jatim Terus Mengelar Sinergi Forkopimda Untuk Ciptakan Pilkada Aman Damai
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Dua Rumah dan Satu Gudang Penyimpanan Solar Ludes Terbakar
Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan



Life Style
Uniknya Motif Batik Corona Karya Penyandang Disabilitas
Sabtu, 12-09-2020 | 18:09 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Para penyandang disabilitas ini, mendapat edukasi membuat batik mulai hilir hingga hulu. Foto : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com  Sebuah rumah edukasi batik membina penyandang disabilitas tuna rungu di Surabaya, Jawa Timur, untuk memproduksi batik bermotif corona. Motif batik ini unik dan berbeda dengan motif batik umumnya. Motof ini dirancang sebagai wujud keprihatinan terhadap pandemi covid-19 yang tak kunjung reda. Semua kain batik karya penyandang disabilitas ini, di produksi besar-besaran dan akan dipakai sebagai baju, masker dan lain-lain. Bahkan batik corona ini telah dipesan oleh salah satu BUMN.
Kain batik corona karya penyandang disabilitas tuna rungu ini, sangatlah unik dan menarik. Selain bahannya dan warna yang bagus, juga motif batik yang menggambarkan virus corona menjadi corak unik yang berbeda dengan kebanyakan motif batik pada umumnya.
Batik corona ini memang karya penyandang disabilitas tuna rungu, yang telah mengikuti edukasi membatik di Rumah Edukasi Batik Wistara, Jalan Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur.

Para penyandang disabilitas ini, mendapat edukasi membuat batik mulai hilir hingga hulu.

"Mereka diajari cara membuat cetakan batik corona dari kardus bekas, yang dibentuk menjadi pola virus corona. Setelah selesai merangkai cetakan, dilanjutkan proses pembuatan dengan mencetak lilin pada kain batik, lilin yang telah dipanaskan di cetak ke kain untuk membentuk pola batik," ucap Arya Wistara, owner Rumah Edukasi Batik Wistara.

"Setelah selesai baru kain batik diberi pewarna pakaian. Pewarnaan dilakukan secara hati-hati dan telaten oleh para pengrajin batik corona, yang semuanya penyandang disabilitas. Untuk lingkaran corona di beri warna merah, sedang untuk kain di beri warna hijau," katanya melanjutkan.

"Setelah selesai pewarnaan dan pencetakan, kain disimpang selama satu hari. Kemudian baru direndam ke air panas untuk menghilangkan lilin yang menempel.  Proses ini dilakukan agar kain tercetak secara maksimal. Usai dilakukan pencucian kain batik yang sudah jadi, dijemur hingga kering," tutur pria dengan rasa kepeduliannya yang tinggi terhadap para penyandang disabilitas.

Di rumah edukasi batik wistara ini, mereka juga diajari untuk menjahit dan memproduksi busana wanita dan baju pria. Selain itu, mereka memanfaatkan sisa kain yang terpotong untuk menjadi masker batik.

Kain kain batik ini kemudian, oleh peyandang disabilitas, dibuat produk menjadi kemeja, busana wanita hingga masker sesuai pesanan. Rumah Edukasi Batik Wistara merupakan sosioprenur sebagai wadah penyandang disabilitas untuk berkarya berproduksi dan mendapat penghasilan, dari karya-karyanya.(end)





Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062