Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes
Pelaku Pembuangan Bayi Di Pinggir Pagar Puskesmas Berhasil Ditangkap
Ratusan Warga Berdesakan Saat Mendaftar BLT UMKM
Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Peringatan Hari Santri Nusantara, Upacara Sederhana
Kapolres Hingga 2 Paslon Bupati Ponorogo Takziah ke Rumah Duka
Truk Trailer Menabrak Dum Truk dan Warung, Pemilik Warung Tewas
Pimpinan Ponpes Gontor, Dr KH Abdullah Syukri Zarkasyi Tutup Usia
Warga Oro Oro Ombo Digemparkan Penemuan Bayi Laki-Laki
Pemerintah Jatim Membantu Subsidi Asuransi Petani di Jatim Melalui PAPBD
Diduga Terjatuh Hindari Pohon Tumbang, Pemotor Tewas
Serang Polisi, Pria asal Bali Ditembak Mati
Musim Penghujan, Harga Cabai dan Bawang Merah Naik



Metropolis
Risma Klaim Pasien Covid-19 Dirawat di Hotel Asrama Haji Tinggal 25 Orang
Kamis, 17-09-2020 | 16:49 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Tri Rismaharini, Walikota Surabaya. Foto : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com  Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengklaim tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Kota Surabaya cukup tinggi. Terbukti sampai hari ini, hanya tinggal 25 pasien covid-19 yang dirawat di Hotel Asrama Haji Surabaya. Untuk itu, pemkot sementara tidak akan menggunakan 4 hotel yang sebelumnya digunakan sebagai tempat isolasi karena sudah tidak ada lagi yang warga dirujuk di hotel tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Tri Rismaharini, Walikota Surabaya saat menggelar konferensi pers, di rumah dinas Jalan Sedap Malam, siang tadi terkait tingginya tingkat kesembuhan warga Surabaya yang terpapar covid-19. 

Risma mengklaim saat ini, pasien yang dirawat di Hotel Asrama Haji Surabaya, hanya tinggal 25 orang dari 100 orang yang dirawat, 75 pasien telah dinyatakan sembuh.

Selain itu, dari 4 hotel yang disediakan Pemkot Surabaya untuk tempat isolasi bagi warga atau pasien otg sudah tidak ada lagi yang menginap, atau nol persen. Untuk sementara waktu, pemkot tidak akan menggunakan lagi hotel - hotel tersebut, dengan alasan menghemat biaya operasional.

Meski begitu, Pemkot Surabaya terus gencar dalam memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19 di masyarakat. Salah satunya, rutin menggelar razia dan melakukan tes serelogy pengganti rapid tes, langsung di lokasi. Tes serelogy ini juga dilakukan di pasar tradisional. Walikota Surabaya mengaku saat ini lebih menggunakan tes serelogy daripada rapid tes, karena memiliki tingkat akurasi 80 persen sama seperti tes swab.

Sementara itu, menanggapi soal denda sebesar Rp 250 ribu bagi warga yang melanggar protokol kesehatan, Risma mengatakan, hal tersebut sudah diatur pada pergub dan perubahan perwali sebelumnya. Denda ini bisa jadi efektif dalam memberikan efek jera bagi masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan.(end)




Berita Terkait

Peristiwa
Pasien Covid-19 Sempat Layani Terapi Bekam, Puluhan Warga...selanjutnya
30-06-2020 | 15:17 wib

Covid-19
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinya...selanjutnya
04-06-2020 | 17:16 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062