Pelaku Pembuangan Bayi Di Pinggir Pagar Puskesmas Berhasil Ditangkap
Ratusan Warga Berdesakan Saat Mendaftar BLT UMKM
Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Peringatan Hari Santri Nusantara, Upacara Sederhana
Kapolres Hingga 2 Paslon Bupati Ponorogo Takziah ke Rumah Duka
Truk Trailer Menabrak Dum Truk dan Warung, Pemilik Warung Tewas
Pimpinan Ponpes Gontor, Dr KH Abdullah Syukri Zarkasyi Tutup Usia
Warga Oro Oro Ombo Digemparkan Penemuan Bayi Laki-Laki
Pemerintah Jatim Membantu Subsidi Asuransi Petani di Jatim Melalui PAPBD
Diduga Terjatuh Hindari Pohon Tumbang, Pemotor Tewas
Serang Polisi, Pria asal Bali Ditembak Mati
Musim Penghujan, Harga Cabai dan Bawang Merah Naik
Dibuka Saat Pandemi, Jumlah Kunjungan Pusat Informasi Megalitikum Menurun
Peringati Hari Santri Nasional , PCNU Gelar Simaan Alquran Serentak
Soal HGU PT Perkebunan Kandangan, Disperta Konfirmasi Dinas Perkebunan Provinsi Jatim



Metropolis
Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
Jum'at, 18-09-2020 | 10:50 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Sampai saat ini belum ada solusi untuk mengatasi kekeringan ini baik secara permanen maupun jangka panjang, pemerintah hanya bisa droping air kepada warga yang mengalami kekeringan kritis. Foto : Sampai saat ini belum ada solusi untuk mengatasi kekeringan ini baik secara permanen maupun jangka panjang, pemerintah hanya bisa droping air kepada warga yang mengalami kekeringan kritis. Foto : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com  Ada beberapa kategori bencana kekeringan di Jawa Timur, yakni kekeringan pertanian juga kekeringan sosial ekonomi, bencana kekeringan sosial ekonomi ini yang menjadi persoalan penting sampai saat ini dan belum bisa di atasi oleh pemerintah Jawa Timur.
Kekeringan ini menyangkut hajat orang banyak di mana orang membutuhkan air bersih, baik untuk kebutuhan minum, mandi juga memasak dan lainnya. Sampai saat ini belum ada solusi untuk mengatasi kekeringan ini baik secara permanen maupun jangka panjang, pemerintah hanya bisa droping air kepada warga yang mengalami kekeringan kritis.

Bencana kekeringan terus meluas di jatim setiap tahunnya,tahun ini potensi kekeringan meluas di 1. 045 desa yang tersebar di 274  kecamatan yang ada di 31 kabupaten kota di Jatim, sedangkan untuk kekeringan kritis dari hasil mapping Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Jatim ada 566 desa dan tahun ini mengalami kenaikan 600 lebih desa yang mengalami kekeringan kritis,dari jumlah tersebut sedikitnya 1 juta 442 ribu 706 jiwa terdampak dari 394.044 kepala keluarga yang tersebar di 233 kecamatan dan 817 desa.

Suban Wahyudiono,Tenaga Ahli Kebencanaan BPBD Jatim, menjelaskan, kekeringan kritis ini menjadi persoalan di jatim yang tersebar di 566  desa di beberapa kabupaten kota ,diataranya Sampang, Bangkalan ,Pacitan Ngawi, Bondowoso ,Tulungagung , dan saat ini sudah meminta droping air bersih.

"Daerah kering kritis ini kebanyakan terletak dataran tinggi yang mana sangat sulit untuk mencari sumber air, bila dilakukan pengeboran juga membutuhkan kedalaman 400 meter lebih yang tidak mungkin bisa dilakukan dan bila diambilkan dari sumber mata air melalui pipa juga sangat jauh mencapai 20 kilo meter. Kondisi kekeringan ini juga terjadi di daerah hutan di pegunungan di Jatim," jelas Suban Wahyudiono.

BPBD Jatim terus berupaya mengatasi kekeringan ini bekerjasama dengan dinas terkait baik dinas cipta karya dan lainya.

Saat ini beberapa daerah sudah kehabisan anggaran untuk melakukan droping air, sehingga meminta bantuan kepada BPBD Jatim untuk mengatasinya dengan melakukan droping air bersih. (yos)



Berita Terkait

Peristiwa
Bencana Kekeringan Tiga Desa di Wilayah Kecamatan Ngoro Mojo...selanjutnya
08-06-2018 | 18:28 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062