Pernyataan Mahfud MD soal Omongan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Volkswagen Dapat Untung dari Pembeli Mobil Mewah
Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis Emmanuel Macron



Malang Raya
Kepala Pusjarah Polri Kunjungi Monument Brimob Bukti Menghalau Belanda Tahun 1949
Jum'at, 18-09-2020 | 16:00 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Inilah rombongan pamen dan pati dari mabes polri khususnya bidang pusat sejarah polri yang tugasnya mencatat dan mendata bukti sejarah polri pada jamannya diwilayah Jawa Timur yang mengunjungi wilayah Gondanglegi, Kabupaten Malang. Foto: Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com   Sejarah-sejarah yang dimiliki Polri dalam masa perang perlu dicatat dan dipelihara oleh pusat sejarah polri yang berpusat dimabes dibawah kendali Kapolri. Bahkan, untuk mencatat dan melihat kondisi monument yang didirikan saksi perlawanan Brimob masa perang terdahulu.
Kepala Pusat Sejarah Polri, Brigjen Apriastini Bakti Bugiansri, mendatangi monument bukti menghalauan penjajah Belanda yang sempat mengusai gondanglegi pada 4 hingga 7 januari 1949 guna didata, selain dikawasan Donomulyo.

Disambut muspika dan saksi mata kejadian penghalauan tentara belanda saat menguasai gondanglegi pada tahun 1949 silam, Kepala Pusjarah Polri Meminta ijin untuk mendata dan mengecek kondisi terkini.

Monument yang sudah sedikit tidak terawat lantaran kondisi berada disebelah jalan raya juga sering ditabrak kendaraan, yang terlibat laka lantas hingga menimbulkan sedikit kerusakan disebagian tempat.

Monument saksi pertempuran antara tenntara belanda dengan mobile brigade polisi atau brimob saat itu, juga sengaja didirikan untuk mengenang perjuangan polri dalam mengusir penjajah saat itu.

Dituliskan didalam monument, bahwa bukti menghalau tentara belanda yang menguasai gondanglegi oleh brimob pada 4 hingga 7 Januari 1949 yang juga lokasi peperangan saat itu.

Menurut Brigjen Apriastini Baktibugiansri, Kepala Pusat Sejarah Polri, bahwa kegiatan pusjarah diwilayah jawa timur untuk mendata dan penggalian tentang sejarah yang berhubungan dengan Polri yang salah satunya diwilayah Kabupaten Malang Digondanglegi dan Donomulyo.

"Memang kondisinya perlu dirawat dan juga bukti penghalauan tentara belanda yang menguasai gondanglegi dan polri berhasil merebut kembali," jelas Brigjen Apriastinibakti Bugiansri, Kepala Pusjarah Polri.

Penggalian sejarah yang berhubungan dengan polri juga akan dilakukan diseluruh Jawa Timur, disamping untuk didata ulang, juga untuk dimuseumkan dimuseum polri sebagai bukti sejarah perjuangan polri saat itu. (yos)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062