Serunya Para Santri Saat Bermain Bola Api
PWNU Meluncurkan Enam Paket Program Ekonomi Rakyat
Unik Perempuan Berusia 43 Tahun Bernama Patah Hati
Johan Budi Akan Bawa Polemik Tanah KAI ke Tingkat Nasional
Penasehat Hukum Nilai Penangkapan Gus Nur Tak Prosedural
Beras Bulog Hilang, Sopir Pengantar Bantuan Beras Enggan Pulang Sebelum Dikembalikan
Pulang Pengajian, Gus Nur Ditangkap Mabes Polri
Viral Video Pemotor Wanita Joget Saat Berkendara, Polisi Beri Peringatan
Truk Tangki Bermuatan 5 Ribu Liter Air Bersih Menjadi Tumpuan Warga Pedesaan
KPU Akan Gandeng Lembaga Pendidikan Bila Kuota KPPS Kurang
Puluhan Warga Ponorogo Demo Tower Bodong
Machfud-Mujiaman Pastikan Anak - Anak Surabaya Sekolah Hingga Sarjana
Mau Berlibur, Ini Komponen Mobil yang Harus Diperiksa
Sebentar Lagi Video Call dan Telephon Bisa Pake Whatsapp Web
Paguyuban MPS Indonesia Tanggapi Usulan Kenaikan Cukai Rokok



Mataraman
Gapoktan Berharap Ada Kepastian Terkait Penggunaan Jebakan Tikus
Sabtu, 19-09-2020 | 09:18 wib
Reporter : Ito Wahyu
Permasalahan terkait pemasangan jebakan tikus beraliran listrik yang sudah memakan korban jiwa di Kabupaten Ngawi menyisakan kekhawatiran bagi petani Ngawi. Foto: Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com   Jebakan tikus dengan menggunakan aliran litrik di kabupaten ngawi sudah banyak memakan korban. Baik dari petani atau warga lain yang tidak tahu. Menyikapi itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Klitik Kecamatan Geneng Ngawi, Sutarno, mengaku pemasang jebakan tikus dengan aliran listrik sebenarnya sudah ada larangan dari pihak kepolisian.
Namun petani tidak dapat berbuat bayak dalam menangani masalah hama pengerat ini, petani sudah melakukan berbagai cara seperti gropyokan tikus dan memasang makanan untuk meracuni tikus tapi tidak berhasil juga. "Saya menilai jika jebakan dengan listrik memang lebih efektif dalam menangani masalah hama tikus," terangnya.

Pihaknya juga sudah menyarankan jika dengan aliran listrik atau memasang genset bisa dilakukan dengan batasan waktu. Pemasangan aliran listrik paling tidak diberikan jarak satu meter dari pematang sawah dan diberi tanda dengan lampu yang terpenting juga harus ditunggu.

"Saya berharap kedepannya agar pemerintah daerah bisa mencarikan jalan keluar untuk permasalahan petani ini dengan adanya larangan pemasangan jebakan tikus," imbuhnya.

Pihaknya juga meminta untuk diberikan peraturan yang bisa menekan terjadinya korban jiwa. seharusnya dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) agar para petani ini lebih berhati-hati dalam memasang jebakan tikus.

"Karena petani sendiri sudah tidak ada cara lain untuk mengatasi banyaknya tikus yang menyerang tanaman padi," tutur Sutarno.

Sepeti diketahui, pemasangan jebakan tikus di area persawahan dinilai oleh petani cukup efektif dalam memberantas hama tikus. Namun ibarat memakan buah simalakama, jebakan tersebut juga sudah banyak menimbulakan banyak korban jiwa, baik dari petani pemasang jebakan ataupun dari korban lain. Maka ini perlu ada perhatian dari pemangku kebijakan daerah setempat. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Bupati Minta Jebakan Tikus Beraliran Listrik Ditertibkan
23-09-2020 | 19:21 wib

Peristiwa
Gapoktan Berharap Ada Kepastian Terkait Penggunaan Jebakan T...selanjutnya
19-09-2020 | 09:18 wib

Rehat
Bantu Petani, Komunitas Bediler Buru Tikus Sukarela
19-02-2020 | 20:14 wib

Peristiwa
Pro dan Kontra Jebakan Tikus Listrik
29-01-2020 | 12:00 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062