Menjawab Ejekan, Microsoft Bagi-Bagi Kulkas Berbentuk Xbox
Pernyataan Mahfud MD soal Omongan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Volkswagen Dapat Untung dari Pembeli Mobil Mewah
Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis Emmanuel Macron



Pendidikan
Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Minggu, 20-09-2020 | 01:15 wib
Reporter : Mirza Azkia Muhammad Adiba
Surabaya pojokpitu.com   Transportasi merupakan salah satu sektor terdampak besar akibat kebijakan pandemi saat ini. Terkait hal itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) menggandeng empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN), salah satunya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), untuk memaparkan rekomendasi kebijakan dalam sektor transportasi laut, sungai, danau dan penyeberangan (LSDP) dalam webinar.
Selain ITS, tiga PTN lainnya yang digandeng adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI). Kegiatan di ITS ini merupakan salah satu rangkaian webinar penelitian transportasi yang digelar oleh Balitbanghub secara daring.

Mengawali webinar di ITS, Menteri Perhubungan RI Ir Budi Karya Sumadi mengatakan, acara yang merupakan pembuka dari total sembilan rangkaian webinar ini merupakan wujud kolaborasi bersama PTN dalam mengkaji berbagai hal untuk menangani dan mencegah penyebaran Coronavirus Desease (Covid-19) pada sektor transportasi.

Menurut Budi, dalam webinar series ini, 163 lebih peneliti dari dosen dan Balitbanghub terlibat untuk mengkaji topik masing-masing. Nantinya, sejumlah 23 hasil penelitian (Policy Brief) dari empat PTN tersebut turut disampaikan dan dipresentasikan dalam webinar series hingga akhir September ini. "Bersama perguruan tinggi, banyak masukan-masukan yang berguna bagi kami (Kemenhub RI, red) untuk menjalankan transportasi yang aman dan produktif selama pademi," ujarnya.

Mengamini Budi, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng juga menyebutkan bahwa dalam kerja sama kali ini, empat PTN masing-masing mendapat empat topik kajian yang berbeda. Yakni untuk ITS mengkaji sektor transportasi LSDP, UI sektor transportasi udara, ITB sektor transportasi jalan, dan UGM sektor transportasi perkeretaapian. "Untuk LSDP ini, kami (ITS, red) membagi menjadi empat klaster, yaitu Analisis Dampak Bencana, Mitigasi Bencana, Risiko Bencana, dan Pemulihan Bencana," urai rektor yang akrab disapa Ashari ini.

Tercatat kebijakan yang timbul akibat penyebaran Covid-19 ini berdampak terhadap kinerja pada lima pelabuhan besar, yakni Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Balikpapan dan Makassar. "Selain itu juga pada tujuh perlintasan utama seperti Sumatera Utara, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Lampung, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Wilayah di sekitarnya pun juga terdampak, misal asalnya hijau menjadi oranye," tutur Guru Besar Teknik Elektro ini.

Berdasar peta sebaran logistik pun, dosen asal Sidoarjo ini memaparkan bahwa terjadi ketidakmerataan distribusi Alat Pengaman Diri (APD), masker bedah serta rapid test pada wilayah yang terdampak sangat tinggi. "Temuan lainnya yaitu sebaran yang tidak terduga, karena bisa saja penyebarannya datang dari transportasi udara, darat dan laut," sambung alumnus program sarjana Teknik Elektro ITS ini.

Oleh karenanya, Ashari merekomendasikan adanya integrasi pusat distribusi menggunakan kapal penumpang yang terjadwal yang dipusatkan pada tiga pelabuhan utama seperti Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. "Pemusatan di tiga pelabuhan ini memiliki efisiensi yang cukup untuk dapat mendistribusikan logistik kemanusiaan secara merata ke semua wilayah," ujarnya.

Tak hanya sampai situ, alumnus doktoral di Curtin University, Australia ini menyampaikan bahwa para peneliti ITS juga merekomendasikan moda baru yang telah didesain tim ITS sebelumnya, yakni berupa modifikasi Kapal Landing Craft Tank (LCT) milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi Kapal Logistik Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan. "Selain mengangkut logistik, bagian atas juga bisa dikonversi menjadi rumah sakit yang terbuat dari kontainer," ungkapnya.

Terkait Klaster Risiko Bencana, rekomendasi peneliti ITS yang disampaikan oleh Ashari adalah adanya pemberian subsidi, peninjauan diskon tarif kepelabuhan dan PNPB layanan pelabuhan, serta program relaksasi pinjaman untuk mempertahankan likuiditas perusahaan. "Juga kami (peneliti ITS, red) merekomendasikan penyediaan infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) yang maju berbasis teknologi Less Contact Transaction untuk operasional dan pencegahan penyebaran Covid-19," imbuhnya.

Senada dengan rektor, salah satu tim peneliti dari ITS Dr Ardi Adji SSi MSi juga memberikan rekomendasi kebijakan fiskal untuk pemulihan nasional yang ditujukan untuk dua fungsi utama, yaitu sebagai infrastruktur negara dan layanan publik. "Untuk alternatif insentif bagi operator transportasi laut  salah satunya berupa relaksasi pinjaman seperti subsidi bunga, serta penangguhan pembayaran bunga dan angsuran selama enam bulan atau satu tahun," jelasnya.

Sedangkan untuk teknologi, disampaikan oleh peneliti dari ITS Dr Ir Endroyono DEA, tim ITS merekomendasikan sistem deteksi berbasis Internet of Things (IoT) dan sensor, sistem tracking yang diintegrasikan, serta pemaksimalan penerapan sistem elektronik, e-commerce, e-payment dan lain sebagainya. "Ujungnya kita (Indonesia, red) butuh penguatan smart government di masing-masing institusi yang melayani transportasi baik darat, udara, maupun laut," tambah dosen Departemen Teknik Elektro ini.

Turut hadir pula secara virtual dalam webinar ini adalah Menteri BUMN Erick Thohir BA MBA, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus SSos MSi, Kepala Balitbanghub Umiyatun Hayati Triastuti, serta sejumlah peneliti lain. Kesemuanya merupakan pihak-pihak yang turut serta dalam kerja sama webinar series bertajuk Transportasi Sehat, Indonesia Maju ini. (yos)


Berita Terkait

Mlaku - Mlaku
Polisi Wajibkan Pengguna Jasa Ojek Perahu Patuhi Protokol Ke...selanjutnya
18-07-2020 | 03:16 wib

Politik
Menhub Hapus Aturan Kapasitas Penumpang 50 Persen
11-06-2020 | 15:30 wib

Metropolis
Pemkot Matangkan Kajian Transportasi Sungai Surabaya
08-11-2019 | 18:25 wib

Metropolis
Sopir Angkot Resah Dengan Rencana Pembangunan Transportasi S...selanjutnya
07-09-2019 | 08:15 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062