Mencuri Notebook Buat Bayar Ciclan Mobil
4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes



Tempo Doeloe
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Rabu, 30-09-2020 | 12:49 wib
Reporter : Tova Pradana
Monumen Kresek di Madiun, menjadi saksi bisu kekejaman PKI pada tahun 1948 silam. Sejumlah tokoh kabarnya dibantai di lokasi tersebut.
Madiun pojokpitu.com  Monumen Kresek di Madiun, menjadi saksi bisu kekejaman PKI pada tahun 1948 silam. Sejumlah tokoh kabarnya dibantai di lokasi tersebut. Hingga kini, Monumen Kresek masih terawat dan menjadi wisata sejarah di Kabupaten Madiun.
Menurut cerita sejarah, di area monumen inilah, sejumlah tokoh yang dibantai PKI dimakamkan dalam satu lubang. Salah satu tokoh tersebut yaitu Kolonel Mahardi yang hingga kini namanya diabadikan menjadi sebuah nama jalan di Kota Madiun untuk mengenang jasanya. Selain itu, ada pula sebuah batu yang bertuliskan nama prajurit TNI dan tokoh Madiun yang gugur dalam pertempuran melawan PKI di Desa Kresek.

Icon Monumen Kresek ini adalah patung besar yang ada di puncak bukit. Patung tersebut terlihat melambangkan seorang laki laki tua yang menunduk, dimana didekatnya ada seseorang yang sedang membawa pedang.

"Patung laki - laki tua tersebut adalah representasi Kyai Husein seorang ulama yang berpengaruh dan merupakan anggota DPRD saat itu. Sedangkan laki - laki yang membawa pedang menggambarkan Muso, seorang gembong PKI yang sedang mengayunkan pedang ke laki laki tua itu," kata Dwi Atmanto, Pengelola Monumen Kresek.

Sebagai peringatan sejarah kelam pada masa itu, sebuah relief juga terlihat di sisi timur patung utama. Relief tersebut menggambarkan tentang cara kejam PKI saat membinasakan tokoh dan ulama di Madiun.

Monumen Kresek ini dibangun sejak tahun 1987 silam, yang kemudian diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Soelarso pada 10 Juni tahun 1991.

Hingga saat ini Monumen Kresek dijadikan sebuah tempat wisata sejarah yang berada di Madiun timur. Tak hanya itu, monumen kresek juga sering dijadikan tempat upacara, dan tempat berkemah para pelajar pramuka.(end)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062