Mencuri Notebook Buat Bayar Ciclan Mobil
4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes



Kesehatan
Waspada Serangan Jantung Mendadak, Pasien Miliki Waktu
Senin, 05-10-2020 | 04:00 wib
Reporter :
pojokpitu.com Serangan jantung mendadak adalah salah satu pembunuh. Seseorang umumnya mengalami serangan jantung diawali dari nyeri dada yang mungkin pada awalnya sering tak disadari.
Maka deteksi dini apalagi pada usia 30-40 saat ini dan bagi mereka yang punya faktor risiko penting dilakukan. Seperti bagi mereka yang kegemukan, diabetes, hipertensi, merokok atau punya keturunan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr.Dafsah Arifa Juzar, SpJP(K) FIHA, FAsCC, FESC, FAPSIC, FSCAI Sub spesialisasi Intervensi Kardiologi dan Kardiologi Intensif dari Heartology mengatakan, serangan jantung secara terminologi berasal dari koroner. Masyarakat selama ini menilai segala kejadian yang tiba-tiba atau kematian mendadak sebagai serangan jantung

"Serangan jantung itu salah satunya karena pembuluh darah koroner yang tiba-tiba tertutup atau karena gangguan listrik. Kondisi itu bisa menyebabkan orang tiba-tiba enggak sadar atau nyeri dada," katanya secara daring baru-baru ini.

Penyebabnya bisa bermacem-macam misalnya gangguan irama karena kelainan struktur dan penyempitan. Gangguan irama misalnya komplikasi karena otot jantungnya kurang oksigen atau gangguan iramanya mungkin karena katupnya.

"Jadi pengobatannya tergantung sumber masalahnya. Kalau serangan jantung pada umumnya yang dimaksud adalah penyempitan pembuluh darah yang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya karena ada plak, atau jantung koroner," jelasnya.

Maka dr. Dafsah menekankan pentingnya deteksi dini. Penyakit degeneratif ini menyarankan usia 30 tahun sebaiknya sudah pernah melakukan check-up jantung untuk menilai risikonya sedang atau tinggi dalam 5 tahun ke depan.

"Jangan tunggu serangan dulu baru kita urusin. Karena kalau sudah kena serangan jantung urusannya sama waktu, kalau tidak cepat ditangani ototnya makin rusak," tegasnya.

Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Menurut dr. Dafsah, serangan jantung memiliki waktu emas untuk segera ditangani dalam 3 jam. Sedangkan otot jantung, jika terlalu lama dibiarkan maka akan makin rusak.

"Makin lama kita tinggi, otot jantung yang rusak makin banyak. Tindakan tujuannya membatasi kerusakan fungsi jantung. 3 jam pertama mungkin bisa kembali fungsi jantungnya," jelasnya.

Paling utama dilakukan adalah fokus diagnostik. Kemudian selanjutnya bagaimana penanganannya dilakukan oleh tim intervensi elektrofisiologi.

"Ibaratnya kayak tukang listriknya jantung. Jadi kalau ada masalah tim inilah yang menangani dan memberikan option," jelasnya.

Pasien dengan masalah jantung bisa diberikan 2 penanganan yakni apakah dengan obat atau dengan pemasangan cincin. "Dengan obat success ratenya 70 persen dengan cincin 90 persen. Maka dari itu jadi kalau curiga gejala masalah serangan jantung, harus langsung ke IGD dipastikan apa ada penyempitan atau tidak. Jadi jangan ditunggu-tunggu," tutupnya. (Jawapos/yos)


Berita Terkait

Life Style
Peminum Alkohol Berisiko Terkena Serangan Jantung
17-02-2017 | 23:18 wib

Kesehatan
Cara Mudah Membantu Penderita Jantung, Stroke atau Kejang
12-11-2015 | 13:40 wib

Peristiwa
Jaga Genset, Petani Tewas Terkena Serangan Jantung
15-10-2015 | 17:22 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062