Para Ibu Ngeluruk Bawaslu Laporkan Video Viral Yel Yel Menghujat Walikota Risma
Buntut Gelapkan Uang Kompensasi, Puluhan Warga Pungging Tuntut Kepala Dusun Dicopot
Perangkat RT Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Taman Baca Anak, Alternatif Hiburan Sambil Belajar di Masa Pandemi
Pelaku Pembunuhan Bertambah 1, Setelah Istri Korban Menjadi Tersangka
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Seleksi Kang-Yuk Probolinggo Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Grand Final Bakal Live di JTV
Himawan Dukung JaDI Lakukan Pemantauan Terhadap Netralitas ASN
Netralitas ASN Jadi Poin Penting Peringatan Hari Jadi KORPRI ke - 49
Wawalikota Malang Perkenalkan Tanaman Pole Sebagai Tanaman Hiasan Kota
Dimakamkan 3 Tahun Lalu, Jazad Kiai Masih Utuh
Hadapi Musim Hujan, SAR Latih Relawan Penyelamatan Korban Banjir
Jelang Pungut Suara, KPPS se-Kota Blitar Jalani Rapid Test
Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada



Tapal Kuda Dan Madura
Ratusan Massa Demo Penutupan Tempat Wisata Diwarnai Pembakaran Fasilitas
Senin, 05-10-2020 | 13:57 wib
Reporter : Moh. Hasan
Ratusan massa mendatangi tempat wisata bukit bintang Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Pamekasan, Madura Jawa Timur. Foto: Moh Hasan
Pamekasan pojokpitu.com  Ratusan massa melakukan di tempat wisata di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Pamekasan, Madura Jawa Timur, Senin (5/10) 2020. Mereka meminta tempat wisata tersebut segera ditutup secara permanen.
Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan, lantaran tempat wisata tidak segera dilakukan penyegelan oleh pihak Satpol PP, massa yang emosi membakar dua fasilitas tempat wisata.

Massa mendatangi lokasi wisata baru tersebut untuk melakukan penutupan secara paksa, dalam aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan, warga yang emosi lantaran tidak segera dilakukan penyegelan, melakukan pembakaran fasilitas wisata.

"Aksi penutupan paksa tempat wisata tersebut, karena telah meresahkan warga sekitar, pasalnya lokasi wisata berada di dalam lingkungan pondok pesantren," kata I Am, Korlap aksi.

Untuk meredam emosi massa semakin beringas, Satuan Polisi Pamong Praja, segera mengambil langkah dengan melakukan penyegelan dan membacakan surat perintah penutupan tempat wisata bukit bintang, karena memang tempat wisata tersebut berijin usaha kedai makan bukan ijin wisata.

"Sebelumnya pihak kepolisian sektor Palengaan sudah melakukan mediasi antara pemilik wisata dengan sejumlah tokoh masyarakat, namun tidak ada penyelesaian, sehingga warga bertindak anarkis melakukan pembakaran," kata Iptu Sri Sugiarto, Kapolsek Palengaan.

Usai dilakukan penyegelan oleh satuan polisi pamong praja, massa membubarkan diri sementara pihak keamanan terus berjaga lokasi. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Padang Savana Sadengan, Wisata di Tengah Alas Purwo
24-11-2020 | 04:06 wib

Mlaku - Mlaku
Pantai Teluk Ijo Memiliki Air Berwarna Hijau
22-11-2020 | 23:00 wib

Mlaku - Mlaku
Manajemen Pertanian Sehat, Jadi Tempat Wisata Sekaligus Eduk...selanjutnya
22-11-2020 | 10:35 wib

Mlaku - Mlaku
Kembali Dibuka, Wisata Edukasi Gerabah Rendeng Bojonegoro Ma...selanjutnya
22-11-2020 | 03:13 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062