4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes
Pelaku Pembuangan Bayi Di Pinggir Pagar Puskesmas Berhasil Ditangkap



Opini
Pembangunan Monumen Perjuangan Mas Trip di Gunung Sari Dimulai
Selasa, 06-10-2020 | 18:12 wib
Reporter : Nanang Poerwono
Seniman Patung Gunapi bersama timnya mengerjakan kerangka patung di workshopnya di Gunung Sari.
Surabaya pojokpitu.com  Setelah menunggu sekitar 20 bulan, akhirnya Monumen Perjuangan Mas TRIP di Gunung Sari mulai dibangun. Berselang 20 bulan ini terhitung sejak peletakan batu pertama, yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur kala itu (3/2/2019), Soekarwo atau yang akrab dipanggil Pakde Karwo. Ada perbedaan lokasi antara lokasi peletakan batu pertama dan lokasi pembangunan. Jika lokasi peletakan batu pertama berada di lahan di depan Yani Golf, maka lokasi pembangunan monumen ini berada di pulau jalan dekat jembatan Rolak Gunung Sari sebelah barat. Jaraknya sekitar 300 meter.
Perpindahan lokasi ini diduga adanya sengketa lahan di lokasi peletakan batu pertama antara Yayasan Yani Golf dan Pertamina. Karenanya dipilihlah lokasi pulau jalan, yang sebelumnya memang pernah ditinjau oleh Dinas PU Jatim bersama perwakilan Paguyuban Mas TRIP Surabaya pada akhir tahun 2018. Menurut pengamat kebijakan publik Surabaya, Vinsensius Awey, mantan anggota DPRD Surabaya, lokasi alternatif yang sekarang menjadi tempat dibangunnya monumen dirasa lebih tepat, lebih menyatu dengan publik sehingga ada interaksi antara publik dan monumen.

Berdasarkan Surat Informasi Pelaksanaan Kontruksi Fisik Pembangunan Monumen MasTRIP nomor 602.1/KF-17/357/105.2/2020, yang dikeluarkan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Propinsi Jawa Timur kepada Camat Jambangan, Polsek Jambangan dan Lurah Karah bahwa pengerjaan monumen ini dimulai dari akhir September hingga akhir Desember 2020.

Proyek monumen perjuangan Mas TRIP ini dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana CV. Surya Jaya Semesta dan Konsultan Pengawas CV. Adzra Anugrah. Sementara pematungnya adalah seniman patung Gunapi Wibowo, yang karya karyanya sudah menghiasi kota Surabaya. Diantaranya adalah monumen Wira Surya Agung di jalan Wonokromo, monumen Polisi Istimewa di jalan Raya Darmo, monumen Mayangkara di dekat fly over Wonokromo dan monumen Patih Gajah Mada di markas Armada Timur, Surabaya. Monumen ini dibuat Gunapi ketika masih aktif berdinas di TNI AL dan diresmikan oleh Kasal Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh tepat pada HUT TNI pada tanggal 5 Oktober 2003.

Selain di Surabaya, Gunapi yang tinggal di jalan Gunung Sari, Surabaya juga membuat monumen monumen Mas TRIP di beberapa kota di Jawa Timur.

Bagi Gunapi, membuat monumen perjuangan Mas TRIP di jalan Gunung Sari menambah daftar karyanya. Monumen Mas TRIP di Gunung Sari ini sangat berarti baginya karena berada di dekat rumahnya dan berada di jalan yang sangat bersejarah bagi kota Surabaya. Di jalan inilah pada tahun 1945 menjadi saksi perjuagan tentara TRIP dalam mempertahankan kota Surabaya. Dalam pengerjaan monumen perjuangan Mas TRIP di Gunung Sari ini, Gunapi dibantu oleh tim yang berpengalaman. Diantaranya adalah Minto, warga Kendung, Sememi, Surabaya. Selain piawai sebagai pematung, Minto juga ahli dalam seni lukis.

Sejak akhir September 2020, Tim pematung ini sudah memulai membuat kerangka kerangka patung. Ada lima patung dalam monumen ini. Empat diantaranya adalah visualisasi 4 pejuang Mas TRIP yang gugur di kawasan lapangan Golf Gunung Sari (Yani Golf). Sebagaimana terinskripsi pada monumen di area lapangan golf bahwa ke empat pejuang itu adalah Soewondo, Soewardjo, Soetojo dan Samsoedin. Melalui monumen perjuangan Mas TRIP di Gunung Sari ini, ke empat pejuang itu akan divisualisasikan dalam bentuk patung.

Sementara satu sosok patung tambahan adalah hasil sebuah wisik yang diterima Gunapi. Pada saat ia membuat sebuah perencanaan pematungan, sketsa dan miniatur, ia bermimpi ada sebuah permintaan agar ia menambah satu sosok pejuang dalam monumen. Setelah dikomunikasikan kepada pihak Biro Hukum Paguyuban Mas TRIP, Enny Wardhani, ternyata mimpi Gunapi beralasan. Paguyuban Mas TRIP yang memiliki sesepuh, Marbai, kala itu, membenarkan mimpi Gunapi bahwa seingat Marbai ada satu kawan lagi yang gugur di medan laga Gunung Sari. Cuma jasadnya tidak diketemukan. Dari mimpi itulah akhirnya disepakati untuk menambah satu patung sehingga menjadi lima sosok pejuang dalam monumen perjuangan Mas TRIP di Gunung Sari. Monumen ini menjadi monumen yang memiliki sosok patung paling banyak.

Hingga Minggu (4/10) kelima kerangka patung, yang terbuat dari besi-besi cor, sudah siap dipindahkan ke pedastal monumen, yang saat ini (6/10) pengerjaannya sedang berjalan. Terlihat penggalian pondasi dan pembuatan lobang lobang stros sebagai paku bumi sudah dibuat di lokasi pembangunan monumen. Beberapa pohon jati, yang tumbuh di pulau jalan juga sudah dipotong. Menurut Agung, kontraktor pelaksana, pembuatan pondasi dan pedastal ini akan selesai antara satu hingga dua minggu. Mengingat waktu pembuatan monumen yang sangat singkat ini, terhitung Oktober hingga akhir Desember 2020, maka pekerjaan proyek ini akan dilembur. 



Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062