Mencuri Notebook Buat Bayar Ciclan Mobil
4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes



Pendidikan
Lima Ponpes Besar di Jatim Gandeng LPPM Unair Tangani Covid-19
Senin, 12-10-2020 | 08:08 wib
Reporter :
Surabaya pojokpitu.com  Lima pondok pesantren (PP) besar di Jawa Timur, meliputi PP Darul Ulum, PP Bahrul ulum, PP Mambaul Maarif, PP Tebu Ireng dan PP Lirboyo menggandeng LPPM Unair dan Geliat Airlangga menangani Covid-19 di lingkungan pesantren masing-masing.
"Kerja sama lima pondok pesantren besar dan berpengaruh di Jawa Timur sebagai langkah positif karena posisi pondok pesantren yang sangat strategis," kata Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Alissa Wahid saat menjadi pembicara dalam webinar series bertajuk Gerak Bersama Pesantren dalam Menghadapi Covid-19 bagi Pimpinan, Pengasuh, Pengurus, Satuan Tugas Covid-19 Pondok Pesantren, Poskestren, dan Santri, di Surabaya, seperti dilansir dari Antara.

Upaya penguatan pondok pesantren ini dilakukan dengan dampingan Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga Surabaya, Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat membangun Generasi Cemerlang Berbasis keluarga (Geliat) Airlangga, didukung oleh UNICEF.

Menurut dia, ponpes sejak dahulu selalu menjadi garda terdepan dalam hal apapun, tidak hanya masalah penanganan Covid-19 ini saja. Bahkan di Indonesia ada 23 ribu ponpes yang dalam naungan Nahdlatul Ulama (NU).

"Maka pesantren juga punya kewajiban untuk memikirkan kemaslahatan kehidupan santri dan keluarga santri," katanya.

Sehingga, lanjut dia, bekerja sama dengan pesantren sama artinya dengan bekerja sama dengan jutaan keluarga santrinya yang menimba ilmu di pesantren tersebut," ujarnya.

Alissa Wahid mengatakan dengan pondok pesantren mendapatkan pendampingan dari kalangan akademisi seperti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Surabaya ini, diharapkan para pengurus pondok pesantren sudah mulai bisa memitigasi masalah yang terjadi di lingkungan pondok selama ini.

Ia berharap, jika memang ada gap antara kebiasaan kehidupan di pondok pesantren selama ini dengan pola kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan, maka masalah tersebut harus dimitigasi demi mengurangi resiko yang dapat terjadi.

"Jika kebiasaan hidup di pondok selama ini memang merupakan perilaku yang berisiko, maka saya sangat berharap para kiai untuk mengingatkan para santri bahwa sementara ini masih dalam kondisi COVID-19 agar selalu menjaga jarak," katanya.

Person in charge program Geliat Unair, Dr. Nyoman Anita Damayanti, drg., M.S. menyebutkan, jumlah pasien yang terpapar COVID-19 di Jawa Timur jauh lebih sedikit dibandingkan masyarakat yang kondisinya sehat.

"Yang sehat ini lebih banyak dibandingkan mereka yang sakit. Untuk itu mari kita jadikan yang sehat agar tetap sehat, sementara yang sakit jangan boleh menjadi semakin sakit," katanya.

Sementara itu, Epidemiolog FKM Unair Surabaya, Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr., M.Kes menjelaskan, terdapat kesenjangan pengetahuan antara mereka yang paham tentang Covid-19 dengan masyarakat awam. Ini yang menjadi penyebab kesimpangsiuran dan kebingungan masyarakat terhdap informasi yang benar tentang Covid-19.

"Antara dokter dan pasien itu terdapat kesenjangan pengetahuan. Banyak hal yang masih belum diketahui tentang Covid-19, sehingga pengetahuan perlu disampaikan sebaik mungkin," kata Atoillah.

Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, H. Abdul Muid Shohib menyambut baik pendampingan yang dilakukan Geliat Airlangga LPPM Unair Surabaya ini.

"Kami berharap banyak ilmu, pengetahuan hal-hal yang bisa menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi pandemi ini. Tantangan pesantren bagaimana menjaga santri agar tidak terpapar Covid-19. Ini tidak ringan, karena tantangan menghadapi santri bandel jauh lebih ringan dibanding tantangan bagaimana menghadapi Covid-19," ujarnya. (Jawapos/yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Sembuh, Belasan Santri Dikembalikan ke Pesantren
01-10-2020 | 13:25 wib

Pendidikan
Dibukanya Pondok Persantren Tergantung Orang Tua Santri
06-07-2020 | 20:09 wib

Pendidikan
Kembali ke Pesantren Ratusan Santri Jalani Pemeriksaan Sesua...selanjutnya
17-06-2020 | 01:05 wib

Metropolis
Fraksi PKB Usulkan Raperda Pondok Pesantren
10-10-2019 | 18:38 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062