4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes
Pelaku Pembuangan Bayi Di Pinggir Pagar Puskesmas Berhasil Ditangkap



Peristiwa
Satu Laki-Laki dan Enam Perempuan Diamankan Polisi Dugaan Bisnis Prostitusi Online
Kamis, 15-10-2020 | 16:51 wib
Reporter : Mohammad Amin
Anggota Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan satu pemuda asal Kedamean Gresik, serta enam wanita muda asal Cirebon, Jabar, karena diduga melakukaan bisnis prostitusi online.
Gresik pojokpitu.com  Anggota Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan satu pemuda asal Kedamean Gresik, serta enam wanita muda asal Cirebon, Jabar, karena diduga melakukaan bisnis prostitusi online.
Bermula dari laporan warga di Kedamean, anggota Satreskrim Polres Gresik berhasil membongkar bisnis prostitusi online, yang dilakukan oleh JRA (19), warga Banyuurip, Kedamean, Gresik. Tersangka ditangkap pada dua hari yang lalu di Kedamean.

Dari pengembangan kesaksian tersangka JRA, akhirnya tadi malam, polisi juga mengamankan enam wanita asal Cirebon, Jabar. Kepada polisi, tersangka JRA mengaku bisnis prostitusi ini dilakukan sejak dua tahun yang lalu saat tersangka berusia 17 tahun.

"Tersangka mengambil keuntungan Rp 100 ribu dari tarif yang dipatok Rp 150 ribu, sementara wanita yang dijajakan hanya diberi Rp 50 ribu sekali kencan," kata AKBP Arief Firianto , Kapolres Gresik.

Polisi masih memeriksa keenam wanita penghibur tersebut dan kemungkinan apakah mereka hanya korban, atau juga pelaku.(end)



Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062