4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes
Pelaku Pembuangan Bayi Di Pinggir Pagar Puskesmas Berhasil Ditangkap



Pendidikan
Sekolah Rancang Pembelajaran Tatap Muka, Siswa Mulai Jenuh Belajar Daring
Jum'at, 16-10-2020 | 07:31 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Salah satu siswa di Surabaya mengaku mulai jenuh dan bosan mengikuti pembelajaran daring. Sebab banyak materi yang tidak bisa dipahami. Pun demikian, dirinya lebih merasa takut jika pembelajaran tatap muka dilakukan di tengah pandemi.
Surabaya pojokpitu.com  Pembelajaran daring berlangsung lebih dari 6 bulan. Sekolah pun mulai merancang untuk melakukan pembelajaran tatap muka, dengan prosentase khusus.
Terpantau di SMK Negeri 5 Surabaya, pembelajaran daring masih tetap berlangsung. Namun, selama 6 bulan pembelajaran daring, pihak sekolah telah memberikan dua kali form persetujuan orang tua untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan dari pembelajaran daring.

Heru Mursanyoto, Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Surabaya menyebut, hasil evaluasi pembelajaran daring menunjukkan, sebesar 25 persen siswa merasa kurang bisa memahami materi pelajaran. Sedangkan 10 persen lainnya merasa biasa saja. Artinya, hanya 65 persen siswa yang bisa menyerap materi pelajaran yang diberikan secara daring.

"Kami saat ini tengah menyusun rencana pembelajaran tatap muka khususnya bagi siswa kelas 12, sebab materi pelajaran lebih banyak praktek, dibandingkan teori. Sulit jika diajarkan hanya melalui daring. Sedangkan bagi siswa kelas 10 dan 11, hanya dikhususkan pada materi praktek dan matematika, dengan prosentase 25 persen siswa perkelas," kata Heru Mursanyoto.

"Namun rencana pembelajaran tatap muka sepenuhnya diberikan keleluasaan pada siswa dan wali murid. Jika tidak berkenan, pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring," tambahnya.

Sementara itu, salah satu siswa di Surabaya mengaku mulai jenuh dan bosan mengikuti pembelajaran daring. Sebab banyak materi yang tidak bisa dipahami. Pun demikian, dirinya lebih merasa takut jika pembelajaran tatap muka dilakukan di tengah pandemi. Sehingga yang bisa dilakukan saat ini hanya bertahan dan belajar menikmati pembelajaran daring.

Meski dirasa lebih santai saat mengikuti pelajaran, school from home tetap lebih aman dibandingkan harus tatap muka di tengah pandemi. (end)






Berita Terkait

Pendidikan
BPSDM Jatim Fasilitasi Siswa Belajar Secara Daring
21-08-2020 | 21:19 wib

Pendidikan
Tidak Ingin Menabah Beban Orang Tua, Puluhan Siswa Belajar d...selanjutnya
07-08-2020 | 11:51 wib

Pendidikan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belaj...selanjutnya
04-08-2020 | 17:22 wib

Pendidikan
Pelatihan Teknologi Belajar Daring untuk Guru SILN
08-07-2020 | 19:20 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062