4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes
Pelaku Pembuangan Bayi Di Pinggir Pagar Puskesmas Berhasil Ditangkap



Hukum
Mantan Dirut Puspa Agro Jadi Tersangka Korupsi
Jum'at, 16-10-2020 | 18:17 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Mantan Direktur Utama dan staff trading PT Puspa Agro, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi, jual beli ikan fiktif, senilai Rp 8,29 milyar.
Sidoarjo pojokpitu.com  Mantan Direktur Utama dan staff trading PT Puspa Agro, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi, jual beli ikan fiktif, senilai Rp 8,29 milyar. Atas tindakan kedua tersangka, pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo, menjerat dengan pasal 2 dan 3 juncto 55 KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.
Usai menjalani pemeriksaan, selama kurang lebih 8 jam di Kejaksaan Negeri Sidoarjo, akhirnya mantan direktur utama PT Puspa Agro, Abdullah Muhibuddin, dan juga staf trading PT Puspa Agro, Hary Jamari, secara resmi, ditetapkan tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo dan langsung dilakukan penahanan di Rutan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Kedua tersangka ini, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, yang merugikan keuangan negara, mencapai Rp 8,29 milyar. Hasil pemeriksaan, kedua tersangka ini telah melakukan praktek jual beli ikan fiktif, yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Puspa Agro, bernama CV Aneka House, sepanjang bulan Juni, hingga bulan November, tahun 2015.

"Dalam prakteknya, kedua tersangka ini melakukan jual beli ikan, yang akan di eksport keluar negeri, secara fiktif. Padahal, dari data pihak Bea Cukai, kegiatan eksport ikan, yang dilakukan PT Puspa Agro, ataupun anak perusahaan, yakni CV Aneka House itu, tak pernah berjalan," kata Idham Kholid, Kasie Intelejen Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Atas tindakannya, kedua tersangka diancam dengan pasal 2 dan 3 juncto 55 KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun. Pihak kejaksaan sendiri, kini tengah melakukan pendalaman kasus. Karena diduga masih ada tersangka lain, terkait dengan jual beli ikan fiktif ini.(end)





Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062