Mencuri Notebook Buat Bayar Ciclan Mobil
4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes



Life Style
Pagelaran Wayang Bleng - Bleng Kembalikan Nilai Budaya Bangsa di Generasi Muda
Sabtu, 17-10-2020 | 08:25 wib
Reporter : Usrox Indra
pagelaran seni tradisonal Wayang Bleng - Bleng yang digelar dalam area Museum Kreweng yang berada Desa Terung Kulon Sidoarjo.
Sidoarjo pojokpitu.com  Jauh dari kesan mewah, pagelaran seni tradisonal Wayang Bleng - Bleng yang digelar dalam area Museum Kreweng yang berada Desa Terung Kulon Sidoarjo, digelarnya seni tradisonal Wayang Bleng - Bleng untuk genasi muda supaya tetap mencintai budaya dan tradisi jawa di tengah gempuran maraknya teknologi digital seperti gadget.
Untuk mengembalikan nilai - nilai budaya serta kearifan lokal yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, khususnya untuk generasi muda di Museum Kreweng, yang berada di Desa Terung Wetan, Kabupaten Sidoarjo, digelar pagelaran kesenian Wayang Bleng - Bleng dengan Dalang Ki Ompong Sudarsono asal Jawa Tengah.
 
Meskipun digelar di tempat terbuka dan jauh dari kesan mewah, pertunjukan serta alur cerita Wayang Bleng - Bleng dengan mudah diterima generasi muda kita, karena dalam penyampaian pesan menggunakan bahasa tutur sehari-hari, anak - anak mudah dimengerti, tanpa harus keluar dari pakem bahasa sastra wayang sesungguhnya.
 
Selain itu, selama pementasan Ki Dalang juga melakukan intraksi langsung dengan para penonton, merubah nama tokoh wayang dengan nama tokoh idola anak - anak untuk mempermudah pemahaman pesan yang tertuang dalam pertujukannya.
 
Dalam pesannya melalui pertunjukan Wayang Blang-Bleng, Ki Dalang meminta kepada generasi muda tetap mengasprersiasi perkembangan teknologi digital saat ini sebagai bentuk perkembangan jaman. Namun Ki Dalang juga meminta kepada orang tua untuk aktif mendampingi putra - putrinya dalam menyerap perkembangan teknogi, sehingga tidak terjadi kesalahan pahaman dalam pemanfaatan perkembangan teknologi digital di era globalisasi .
 
Mulyono, selaku Ketua Pelaksana, wayang dipilih menjadi salah satu media penyampaian pesan karena cerita wayang terbukti sangat efektif. Selain itu, cerita wayang juga berfungsi sebagai komunikasi kreatif kerakyatan yang mampu diterima di segala segmen khususnya untuk masyarakat Jawa.(end)
 
 



Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062