4 Macam Bahan Kampanye yang Difasilitasi KPU, Resmi Diserahkan ke Paslon
Pelaku Pembobol Rumah Ditembak Polisi
Hari Santri Melukis Resolusi Jihad di Atas Kanvas 10 Meter
Terapkan Aplikasi Cashless Meeber Walikota Mojokerto Resmikan Pasar Benteng Pancasila
Banteng Lawas Turun Gunung Dukung Eri Cahyadi - Armuji
Hilang Kendali Truk Tronton Tabrak Pohon, Sopir Tewas Terjepit
Diduga Telah Diculik Beberapa Waktu Lalu, Mayat Balita Ditemukan di Sungai Bululawang
Warga Hentikan Truk Proyek Perumahan Mutiara City
Peringati Hari Santri, Satlantas Polres Lamongan Gratiskan SIM Bagi Para Santri
Seorang Pria Bayar Pajak Kendaraan Dengan Uang Koin
Latihan Bersama Arema FC dan Madura United Dihentikan di Menit 75
Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh
Machfud Prioritaskan Rakyat, Pemuka Agama Doakan Jadi Walikota
Peringatan Hari Santri, MWC NU Terapkan Prokes
Pelaku Pembuangan Bayi Di Pinggir Pagar Puskesmas Berhasil Ditangkap



Pilkada
Napi Medaeng Warga Surabaya Terancam Tidak Bisa Gunakan Hak Pilih Di Pilwali Surabaya
Sabtu, 17-10-2020 | 19:03 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono.
Surabaya pojokpitu.com  Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) Tingkat Kota Surabaya sudah ditetapkan oleh KPU Surabaya, dengan jumlah 2.089.026. Penetapan DPT ini, mendapat perhatian dari anggota Komisi A DPRD Surabaya. KPU Surabaya dituntut maksimal dan menjamin warga yang terdaftar pada DPT bisa mendapatkan hak pilihnya, seperti warga yang sakit maupun warga yang sedang menjalani masa tahanan.
Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) Tingkat Kota Surabaya telah ditetapkan KPU Surabaya, Jumat malam, ternyata mendapat perhatian serius dari Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya yang membidangi hukum dan pemerintahan, Budi Leksono.

Menyikapi hasil DPT tersebut, Budi Leksono mengkuatirkan KPU Surabaya masih belum maksimal dalam menjalankan proses pemilihan serentak 9 Desember mendatang, terutama hak pilih warga Surabaya. "Tak hanya persoalan pandemi, bahkan warga Surabaya yang menjalani masa tahanan di Rutan Medaeng sebanyak 1200 orang terancam tidak bisa gunakan hak pilih," tutur Budi Leksono.
 
Menyikapi hal tersebut Naafilah Astri, Komisioner KPU Surabaya Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, melalui via telepon mengatakan, untuk warga Surabaya yang ditahan di lintas wilayah, seperti Medaeng bukan bagian dari pemilih dalam Pilwali, sesuai dengan SE KPU RI : 818/PL.01.1- 5D/KPU/TK/2020.

Sementara, untuk warga yang sakit, KPU Surabaya masih berpegang pada PKPU nomer 6 tahun 2020 serta menunggu PKPU khusus tentang pemungutan suara, yang mengatur soal pandemi. (end)






Berita Terkait

Sepak Bola
Persebaya Tuntut Tidak Hanya Jadi Peninjau,Tapi Punyah Hak P...selanjutnya
01-11-2016 | 23:34 wib

Pilkada
Duhh.. Warga Ogah Memberikan Hak Pilih di TPS
09-12-2015 | 12:11 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062