Para Ibu Ngeluruk Bawaslu Laporkan Video Viral Yel Yel Menghujat Walikota Risma
Buntut Gelapkan Uang Kompensasi, Puluhan Warga Pungging Tuntut Kepala Dusun Dicopot
Perangkat RT Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Taman Baca Anak, Alternatif Hiburan Sambil Belajar di Masa Pandemi
Pelaku Pembunuhan Bertambah 1, Setelah Istri Korban Menjadi Tersangka
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Seleksi Kang-Yuk Probolinggo Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Grand Final Bakal Live di JTV
Himawan Dukung JaDI Lakukan Pemantauan Terhadap Netralitas ASN
Netralitas ASN Jadi Poin Penting Peringatan Hari Jadi KORPRI ke - 49
Wawalikota Malang Perkenalkan Tanaman Pole Sebagai Tanaman Hiasan Kota
Dimakamkan 3 Tahun Lalu, Jazad Kiai Masih Utuh
Hadapi Musim Hujan, SAR Latih Relawan Penyelamatan Korban Banjir
Jelang Pungut Suara, KPPS se-Kota Blitar Jalani Rapid Test
Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada



Metropolis
Risma Pimpin Langsung Patroli Prokes, Amankan 300 Warga
Minggu, 18-10-2020 | 16:45 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com   Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan upaya preventif untuk mencegah penularan serta menekan penyebaran covid-19 di Surabaya khususnya diruang publik. Seperti yang dilakukan walikota Surabaya, menggelar patroli di Taman Bungkul, Sabtu (17/10) malam. Dari patroli tersebut 300 warga yang terjaring langsung diminta untuk rapid tes ditempat.
Pengunjung taman bungkul yang mengetahui kedatangan walikota dan petugas membuat mereka tak bisa berkutik. Bahkan petugas terpaksa menghalau atau memblokade setiap jalan keluar masuk di taman bungkul.


Febriaditya Prajatara, Kabag Humas Pemkot Surabaya, menerangkan, patroli prokes ini menyasar bagi para pengunjung taman bungkul yang melanggar protokol kesehatan, seperti bergerombol karena mengindahkan physical distansing atau jaga jarak, hingga tidak memakai masker, mereka langsung diamankan petugas untuk dilakukan rapid tes ditempat dan swab test bagi yang hasilnya reaktif.

"Dari patroli semalam, setidaknya petugas menjaring sebanyak 300 orang yang kedapatan melanggar protokol kesehatan dan langsung diminta untuk rapid tes," jelas Febriaditya Prajatara.

Dalam pelaksaan rapid tes massal ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran covid-19 dikota pada kalangan anak muda di Kota Surabaya, karena akhir-akhirnya angka penularan covid-19 dikalangan anak muda masih tinggi. (yos)






Berita Terkait

Peristiwa
ASN Terjaring Razia Prokes
13-10-2020 | 17:16 wib

Peristiwa
Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Distempel
15-11-2020 | 20:19 wib

Peristiwa
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
20-09-2020 | 00:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062