Para Ibu Ngeluruk Bawaslu Laporkan Video Viral Yel Yel Menghujat Walikota Risma
Buntut Gelapkan Uang Kompensasi, Puluhan Warga Pungging Tuntut Kepala Dusun Dicopot
Perangkat RT Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Taman Baca Anak, Alternatif Hiburan Sambil Belajar di Masa Pandemi
Pelaku Pembunuhan Bertambah 1, Setelah Istri Korban Menjadi Tersangka
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Seleksi Kang-Yuk Probolinggo Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Grand Final Bakal Live di JTV
Himawan Dukung JaDI Lakukan Pemantauan Terhadap Netralitas ASN
Netralitas ASN Jadi Poin Penting Peringatan Hari Jadi KORPRI ke - 49
Wawalikota Malang Perkenalkan Tanaman Pole Sebagai Tanaman Hiasan Kota
Dimakamkan 3 Tahun Lalu, Jazad Kiai Masih Utuh
Hadapi Musim Hujan, SAR Latih Relawan Penyelamatan Korban Banjir
Jelang Pungut Suara, KPPS se-Kota Blitar Jalani Rapid Test
Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada



Metropolis
Risma Pelajar SD dan SMP yang Terlibat Kerusuhan Tolak UU Cipta Kerja
Senin, 19-10-2020 | 17:48 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com  Didepan wali murid, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, marahi dan menasehati 58 pelajar SD dan SMP yang sebelumnya diamankan polisi karena terlibat kerusuhan saat aksi demo tolak UU cipta kerja beberapa waktu lalu.
Risma marah bukan tanpa sebab, karena tak ingin anak-anak kembali menjadi korban eksploitasi di aksi lainnya. Kegiatan ini juga diwarnai isak tangis, saat puluhan pelajar diminta untuk cium kaki orang tua dan meminta maaf.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, marahi 58 orang pelajar yang sebelumnya tertangkap polisi, karena terlibat kerusuhan aksi unjuk rasa tolak UU cipta kerja, pada 8 Oktober lalu.

Risma tak ingin puluhan anak-anak ini kembali terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan, dan pengerusakan fasilitas umum di Kota Surabaya.

Selain mengumpulkan para pelajar, Risma juga mendatangkan para orang tua wali murid serta guru, untuk memastikan anak-anak ini tak lagi kembali ikut-ikutan berunjuk rasa, yang berujung pada urusan dengan kepolisian.
Upaya ini juga diwarnai isak tangis, Ketika Risma meminta kepada puluhan pelajar yang sebelumnya terlibat kerusuhan aksi unjuk rasa, untuk mencium kaki orang tua mereka dan mengucapkan permintaan maaf,agar tidak mengulangi perbuatanya.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya ada sebanyak 58 orang pelajar, masing-masing 1 pelajar sekolah dasar, dan 57 orang pelajar SMP Surabaya, yang tertangkap oleh pihak kepolisian dalam kerusuhan unjuk rasa tolak UU cipta kerja 8 Oktober lalu.

Agar tidak ada keterlibatan anak-anak dalam aksi unjuk rasa lainya di Surabaya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan intensifkan koordinasi dengan para kepala sekolah dan guru, untuk mengontrol siswa masing-masing, dengan melakukan absensi atau memberi kesibukan tugas-tugas sekolah di rumah. (yos)




Berita Terkait

Metropolis
Risma Pelajar SD dan SMP yang Terlibat Kerusuhan Tolak UU Ci...selanjutnya
19-10-2020 | 17:48 wib

Politik
BKD Sudah Terima Surat Pengunduran Diri Eri Cahyadi
03-09-2020 | 16:50 wib

Metropolis
Awal Tahun, Risma Rombak Kantor Lurah dan Camat
20-02-2016 | 22:12 wib

Politik
Lepas Jabatan Wali Kota Surabaya, Ini Kekhawatiran Risma
28-09-2015 | 11:50 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062