Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada
Petani Resah Pupuk Bersubsidi Kian Langka Akibat Terbatasnya Stok
Sedimentasi Waduk Selorejo, Perum Jasa Tirta Lakukan Penyedotan Lumpur
Soal Ringroad Timur, Ketua DPRD Minta Maidi dan Kaji Mbing Bertemu
Pemkab Ingin Pertahankan Titik Koordinat PABU 024 Sesuai Permendagri



Sorot
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Senin, 26-10-2020 | 16:28 wib
Reporter : Yanu Priyoso
sistem digitas dan aktivitas jualan gorengan yang mendapat bantuan UMKM
Surabaya pojokpitu.com  Sekitar tiga bulan lamanya, sebagian masyarakat Indonesia berada dalam situasi yang tidak biasa, sebagai imbas pandemi Covid-19. Masyarakat bekerja dari rumah (work from home), tidak sedikit juga pekerja yang dirumahkan (atau di-PHK), dan cukup banyak pekerja informal yang merosot bahkan nirpenghasilan. Catatan pemerintah, sebanyak 3 juta di-PHK dari kantornya.
Beban perekonomian yang ditimbulkan oleh pandemi ini terasa sangat berat. Pemerintah memang menyalurkan bantuan sosial, tetapi menuai banyak kritikan. Basis data penduduk dianggap sudah lampau, persyaratan yang berbelit, penyaluran barang yang tidak merata, hingga solusi yang tak tepat sasaran. Alhasil, muncul banyak gerakan dari masyarakat sendiri untuk membantu sesamanya.

Dibulan Juni, pemerintah kita dan juga banyak negara mulai melonggarkan kebijakan karantina, atau kita mengenalnya sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat sudah gerah ingin kembali beraktivitas seperti dahulu, pemerintah pun juga inggin merasakan roda perekonomian pulih. #NewNormal begitu gaung yang muncul belakangan ini.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60% di masa pra pandemi.

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99% - 97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional.

Di sisi lain, UMKM juga menjadi sektor yang paling terpukul akibat wabah ini. Berdasarkan survei terhadap 202 pelaku usaha roti, biskuit, cake, jajanan pasar, mi, pancake dan pastry di daerah-daerah, disebutkan bahwa sekitar 94% UMKM terdampak Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keynote speech-nya, yang diwakili Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kreatif, Fiki Satari, menyatakan bahwa ada Rp 123,46 triliun dana yang disiapkan untuk UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ia melanjutkan, peran penting UMKM dalam perekonomian nasional mencerminkan peran penting UMKM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

UMKM dapat menjadi garda terdepan dalam pencapaian pilar ekonomi SDGs dengan penciptaan lapangan kerja, penciptaan kondisi kerja yang layak, inovasi bisnis, adaptasi dan mitigasi dampak negatif ekonomi, sosial dan lingkungan paa operasi bisnis untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk mencapai itu, maka aksi kolektif berbagai sektor sangat dibutuhkan mendukung kebangkitan UMKM. Dalam hal ini, sektor bisnis mempunyai kemampuan untuk mencari solusi melalui teknologi, inovasi dan investasi.

Sektor bisnis juga dapat berperan mengatasi dampak negatif pada lingkungan dan sosial melalui rantai nilai dan rantai pasok operasi bisnis mereka. Hingga kini, sektor bisnis juga telah mengambil bagian untuk mengembangkan UMKM demi pencapaian SDGs.

Mendadak Digital

Bukan mudah bagi pelaku usaha mikro untuk mendadak digital. Umumnya mereka yang terbiasa manual dan konvensional akan tergagap-gagap dengan digitalisasi yang serba canggih.

Pencet tombol ini itu untuk menjangkau pasar yang lebih luas masih terlampau sulit  untuk dipahami, misalnya bagi seorang penjual odading yang minim informasi.

Oleh karena itu, pengamat koperasi dan UMKM mengatakan digitalisasi bagi UMKM boleh jadi solusi namun untuk mewujudkannya perlu pendampingan yang tak sebentar.

Belum lagi persoalan jangkauan internet yang barangkali belum seluruh daerah terakses dengan stabil hingga persoalan teknis yang muncul tak terduga di lapangan.

Namun bukan berarti semangat digitalisasi tak lantas dihentikan melainkan harus tetap dilakukan dengan begitu banyak catatan agar efektif dan efisien.

Sebab era sekarang adalah milik mereka yang benar-benar menghargai sebuah perubahan dan mengikutinya tanpa tercabut dari akar.

Program-program yang diberikan pemerintahan di masa pandemic terus berjalan sampai saat ini dan dapat terus dilaksanakan guna memajukan sektor UMKM yang ada di Indonesia, mengingat sektor ini merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.

Bagi para pelaku UMKM bisa berkreasi, berinovasi dengan baik dan menghasilkan produk-produk dengan kualitas yang baik. Juga menjaga kontinuitas agar produk yang dihasilkan tidak terhenti. (yan)


Berita Terkait

Peristiwa
BI Dorong UMKM Sebagai Kekuatan Baru di Era Digital
21-11-2020 | 09:25 wib

Ekonomi Dan Bisnis
UMKM Tas Lokal Berdayakan Buruh Korban PHK Covid 19
21-11-2020 | 08:24 wib

Ekonomi Dan Bisnis
UMKM Hybrid Digelar Untuk Bangkitkan Perekonomian di Jatim
20-11-2020 | 13:18 wib

Metropolis
Simak 10 Besar Pemenang Lomba Inovasi Strategi UMKM
19-11-2020 | 15:38 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062