Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada
Petani Resah Pupuk Bersubsidi Kian Langka Akibat Terbatasnya Stok
Sedimentasi Waduk Selorejo, Perum Jasa Tirta Lakukan Penyedotan Lumpur
Soal Ringroad Timur, Ketua DPRD Minta Maidi dan Kaji Mbing Bertemu
Pemkab Ingin Pertahankan Titik Koordinat PABU 024 Sesuai Permendagri



Sorot
Menjelang Pembelajaran Tatap Muka
Sabtu, 07-11-2020 | 01:51 wib
Reporter : Yanu Priyoso
Pembelajaran tatap muka dan pembelajaran secara online.
Surabaya pojokpitu.com  Pasca normal baru, semua sektor dibuka secara bertahap termasuk dalam sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah ataupun di kampus sangat dinanti-nanti oleh semua orang.
Pasca normal baru, semua sektor dibuka secara bertahap termasuk dalam sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah ataupun di kampus sangat dinanti-nanti oleh semua orang.

Namun apakah hal tersebut menjadi pilihan yang baik atau buruk?. Menurut salah satu mahasiswi semester 6 mengatakan, dirinya sangat menanti untuk bisa belajar tatap muka lagi di kampus, dengan catatan pihak kampus bisa menyediakan dan menerapkan protokol kesehatan, seperti menyediakan hand sanitizer dan pengecekan suhu ketika masuk ke area kampus.

"Kalau saya pengen banget belajar tatap muka lagi, karena feelnya lebih terasa dibanding kuliah daring. Tapi untuk kuliah normal kayak dulu semuanya harus dipersiapkan dengan baik", katanya.

Tanggapan lainnya dari wali murid SD mengatakan, dirinya justru khawatir dengan kegiatan tatap muka di sekolah, karena bisa saja hal tersebut menjadi titik awal penularan virus COVID-19.

"Saya lebih khawatir dengan keselamatan anak saya, karena walaupun dikurangi 50 persen, jumlah siswa di kelas kan kita ga tau mereka udah pernah kemana aja," ujarnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri menyebut pembelajaran tatap muka di sekolah juga dibuka atau diperbolehkan bagi wilayah di zona kuning.

Hal itu diungkapkan Mendikbud pada Webinar Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, secara virtual melalui Zoom dan disiarkan langsung dari kanal YouTube Kemendikbud RI.

Berdasarkan data Kemendikbud per 19 Agustus, dari 423.492 sekolah terdapat 32.821 sekolah zona hijau (8 persen), 205.154 sekolah zona oranye (48 persen), 151.269 sekolah zona kuning (36 persen) dan 34.248 sekolah zona hijau (8 persen).

Metode Pembelajaran Tatap Muka

Dengan kebijakan terbaru SKB 4 Menteri ada sekitar 44 persen sekolah di Indonesia diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka.

Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan dalam penerapannya, ada tujuh syarat minimal (daftar periksa bagi sekolah sebelum melaksanakan metode pembelajaran tersebut).

Berikut syarat-syarat yang harus di penuhi oleh pihak sekolah-sekolah diantaranya :

Pertama, sekolah harus menyediakan sarana sanitasi yang meliputi hand sanitizer atau tempat cuci tangan, dan disinfektan.

Kedua, sekolah harus menyediakan akses layanan kesehatan.

Ketiga, pihak sekolah siap menerapkan area wajib masker. 

Keempat, sekolah wajib memiliki thermo gun (alat pengukur suhu tubuh).

Kelima, memetakan warga sekolah yang tidak boleh berkegiatan di lingkungan tersebut, antara lain mereka yang memiliki penyakit medis penyerta atau komorbid, tidak mempunyai akses transportasi yang mewajibkan jaga jarak.

"Selain itu, mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, oranye dan merah atau riwayat kontak dengan orang yang positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari," ujar Reisa di Gedung BNPB, Jakarta.

Keenam, menyusun kesepakatan bersama di komite sekolah untuk memulai pembelajaran tatap muka. 

Ketujuh, orang tua atau wali murid harus memeriksa kondisi kesehatan anak sehingga mereka siap untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Jangan memaksa. Pastikan (anak) siap secara fisik, mental, lahir dan batin," ujar dia. 

Metode Pembelajaran Jarak Jauh

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pembelajaran secara online tetap optimal, di antaranya, siswa dan guru harus bergembira dan tidak stres. 

Selain itu, semua pihak, baik guru dan siswa harus dipastikan telah paham terkait cara operasi alat atau teknologi yang digunakan. 

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah menyebabkan kegiatan belajar dan mengajar dari rumah yang dibantu dengan alat digital. Setidaknya terdapat 4.183.591 guru atau dosen yang mengajar melalui metode pembelajaran jarak jauh. 

Para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah paling banyak mengajar dari rumah. Jumlahnya mencapai 1.702.377 guru. Kemudian pengajar Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diikuti dengan 895.799 guru. Pembelajaran jarak jauh menekankan pada tatap muka virtual antara pengajar dengan murid.

Kemendikbud juga mengucurkan bantuan kuota internet gratis bagi guru, dosen, siswa dan mahasiswa untuk proses belajar mengajar jarak jauh.

Bantuan pulsa dan kuota merupakan aspirasi dari masyarakat terkait dengan pembelajaran jarak jauh. Hampir semua keluhan terkait pendidikan di masa pandemi berkutat pada pulsa.

"Saya saring respons dari media sosial. Yang dikeluhkan setelah keinginan sekolah secara tatap muka adalah pulsa, pulsa, pulsa. Kuota, kuota, kuota. Maka dari itu atas dukungan berbagai menteri kami memperoleh anggaran," ujarnya.

Rincian dari anggaran tersebut sekitar 9 triliun tersebut dialokasikan sebagai berikut: 
1. Subsidi pulsa untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen periode September-Desember 2020 total Rp7,2 triliun.
2. Tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan tunjangan profesi dosen serta tunjangan guru besar total Rp1,7 triliun. 

Rincian alokasi pulsa dan kuota sebagai berikut: 
1. Siswa 35 GB/bulan 
2. Guru 42 GB/bulan 
3. Mahasiswa dan dosen 50GB/bulan

Masih banyak guru yang saat ini berstatus honorer dengan penghasilan terbatas. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pulsa saja sudah sangat berat bagi mereka. Dan untuk bantuan pulsa bagi guru pun perlu kriteria yang jelas juga. Intinya, pemberian bantuan pulsa ini harus memiliki kriteria pasti agar tidak salah sasaran. (yan)


Berita Terkait

Sorot
Menjelang Pembelajaran Tatap Muka
07-11-2020 | 01:51 wib

Pendidikan
Dinas Perlindungan, Perempuan dan Anak Jatim Mendukung Sekol...selanjutnya
04-11-2020 | 15:18 wib

Pendidikan
Bebas Zona Merah, Dinas Pendidikan Jatim Akan Tambah Sekolah...selanjutnya
20-10-2020 | 18:17 wib

Pendidikan
Rencana Uji Coba Belajar Tatap Muka Tunggu Restu Bupati dan ...selanjutnya
04-09-2020 | 09:14 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062