Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada
Petani Resah Pupuk Bersubsidi Kian Langka Akibat Terbatasnya Stok
Sedimentasi Waduk Selorejo, Perum Jasa Tirta Lakukan Penyedotan Lumpur
Soal Ringroad Timur, Ketua DPRD Minta Maidi dan Kaji Mbing Bertemu
Pemkab Ingin Pertahankan Titik Koordinat PABU 024 Sesuai Permendagri



Olah Raga
PSSI Segera Rilis Keputusan Baru Terkait Gaji Pemain dan Pelatih
Senin, 16-11-2020 | 08:23 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com  Pertanyaan klub soal relaksasi kontrak terhadap pemain segera terjawab. PSSI menyatakan sudah mematangkannya. Draf tinggal dirilis.
Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir, PSSI sudah bertemu dengan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI).

"Draf sudah ada. Kami sudah mendekati kesepahaman menyangkut gaji pelatih dan pemain. Juga menyangkut kontrak selama penundaan ini," ucapnya.

Menurut Yunus, PSSI paham akan situasi yang dialami baik oleh klub, pemain, maupun pelatih.

"Juga kami tetap melihat formulasi hitungan dari PT LIB. Kami juga akan menjelaskan dalam surat keputusan PSSI yang akan terbit itu mengenai kenapa kami memilih menunda kompetisi, bukan menghentikan," paparnya.

Yunus menyebut, sebenarnya permintaan APPI dan APSSI hampir sama. Yakni, tetap ingin anggotanya menerima gaji mulai Oktober hingga Desember alias selama penundaan kompetisi. Namun, dia juga tetap mendengarkan aspirasi klub.

"Intinya aspek kemanusiaan. Mereka hanya berharap tetap digaji saja. Kami coba akomodasi dan sampaikan itu kepada ketua umum dan Exco PSSI. Ya pekan depan kemungkinan selesai," bebernya.

Nah, mengenai kontrak sebagian besar pemain yang berakhir Desember ini, PSSI menyebut tidak bisa campur tangan. Sebab, soal kontrak dikembalikan kepada klub, pemain, dan pelatih.

"Tapi, setelah SK ini keluar, akan ada beberapa perubahan di regulasi lagi. Soal regulasi sedang dibahas di Exco PSSI, bisa jadi tidak sama dengan regulasi sebelumnya," tuturnya.

Artinya, amandemen regulasi yang sebelumnya sudah diputuskan bisa jadi akan berubah lagi. Sebut saja kewajiban memasukkan dua pemain U-20 dalam daftar susunan pemain (DSP) hingga pergantian lima pemain bisa saja dibatalkan. Bahkan, bisa jadi tidak ada pemusatan di Jogjakarta untuk klub luar Pulau Jawa.

"Apa pun yang nanti diputuskan tentang regulasi, kami tetap akan komunikasikan ke pemain dan pelatih serta klub. Karena mereka yang akan merasakan. Setelah SK ini turun, kami akan konsolidasi lagi soal regulasi," jelasnya.

Soal pemusatan di Jogjakarta, Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita juga berharap tidak ada lagi. Dia sangat ingin kompetisi berjalan normal, home away lagi seperti sediakala. "Ya kami berharap seperti itu. Tapi, kami juga melihat banyak hal ya," ucapnya.

Yang dimaksud banyak hal adalah akomodasi. Jika jadwal penerbangan sudah ada ke seluruh daerah untuk kompetisi, bisa saja LIB memutuskan tidak ada pemusatan lagi di Jogjakarta.

"Tapi, kami menunggu regulasi dari PSSI saja seperti apa. Yang jelas, kami ingin semua berjalan normal. Semoga tahun depan semua lebih baik dari sekarang ini," pungkasnya.(end)




Berita Terkait

Sepak Bola
SK PSSI soal Pemotongan Gaji di Masa Pandemi Tidak Berkekuat...selanjutnya
17-08-2020 | 00:10 wib

Sepak Bola
Timnas Belum Latihan, PSSI Berdalih Jumlah Peserta Swab Test...selanjutnya
05-08-2020 | 12:48 wib

Sepak Bola
Ketum PSSI Beri Motifasi Para Punggawa Timnas
01-08-2020 | 12:22 wib

Peristiwa
Arema FC Tunggu Keputusan PSSI Terkait Gaji dan Rekontrak
09-06-2020 | 15:24 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062