Penipuan Bermodus Investasi Forex, Dibongkar Polda Jatim
Penempatan Tapal Batas Kabupaten Madiun Mengacu Pada Permendagri No. 141/2017



Pendidikan
Sekolah Keluarkan Dua Siswi Lantaran Wali Siswa Tuding Gurunya Miliki Santet
Rabu, 18-11-2020 | 04:06 wib
Reporter : Syaiful Anwar
Sumenep pojokpitu.com   Dua siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Batuan 1 Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikeluarkan pihak sekolah, dua siswi ini terpaksa dikeluarkan karena orang tuanya dinilai telah mencemarkan nama sekolah, dengan menuding salah seorang gurunya memiliki ilmu santet. Sebab sebelumnya 2 siswa ini mengalami kerasukan dan menyebut-nyebut nama gurunya.
Maulina Nabila warga Desa Bangkal Kecamatan Kota dan Aklus Fefti Triliyana, warga Kecamatan Batuan, dikeluarkan dari sekolahnya terhitung sejak tanggal 10 November 2020.  Kedua siswi ini, sempat menyebut nama salah seorang gurunya, berinisial FZ dan mengaku hendak dijadikan tumbal.

Menerima surat dikeluarkannya dua anaknya dari sekolah, kedua orang tua siswi mengaku terkejut, salah satu orang tua siswi, Agus Efendi, sebab sebelumnya pihak sekolah dinilai tidak melakukan upaya awal sebelum mengeluarkan surat tersebut.
Bahkan sebelumnya orang tua siswa ini juga pernah meminta izin ke kepala sekolah untuk meminta bantuan salah satu guru yang namanya disebutkan anaknya, saat kerasukan beberapa waktu lalu yang bisa menyembuhkan.

Sementara, Solehuddin, Kepala SMAN 1 Batuan, menjelaskan, sudah melakukan upaya sebelum mengeluarkan surat pengembalian siswa kepada orang tuanya, salah satu upayanya yaitu memanggil orangtua kedua siswi tresebut.
Namun kedua orang tuanya tetap bersikukuh menuding gurunya punya ilmu santet, sehingga pihak sekolah terpaksa mengeluarkan surat tersebut, dengan alasan imergensi.
"Pihak sekolah tidak terima dengan tuduhan dua wali siswi itu yang  menuduh salah satu guru memiliki ilmu santet. Kita sudah tidak sanggup untuk mendidik anak tersebut, sehingga keduanya harus dikembalikan kepada orang tuanya," terang Solehudin.

Tidak hanya itu pihak sekolah mengklaim, bukan serta merta mengembalikan kepada kedua orang tuanya, akan tetapi pihak sekolah juga menyarankan kepada kedua orang tuanya memilih sekolah lain untuk pindah, dan pihak sekolah akan penyiapkan kebutuhan kepindahan sekolahnya. (yos)



Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062