Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada
Petani Resah Pupuk Bersubsidi Kian Langka Akibat Terbatasnya Stok
Sedimentasi Waduk Selorejo, Perum Jasa Tirta Lakukan Penyedotan Lumpur
Soal Ringroad Timur, Ketua DPRD Minta Maidi dan Kaji Mbing Bertemu
Pemkab Ingin Pertahankan Titik Koordinat PABU 024 Sesuai Permendagri



Kesehatan
Stok Plasma Konvalesen di UTD PMI Kota Surabaya Kosong
Jum'at, 20-11-2020 | 06:26 wib
Reporter :
Surabaya pojokpitu.com  Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya sedang mencari cara. Terutama untuk menangani krisis persediaan plasma konvalesen. Sebab, saat ini tidak tersedia sama sekali stok plasma konvalesen.
Selasa (17/11) stok plasma tinggal satu kantong. Sementara itu, Rabu (18/11) sudah tidak ada stok sama sekali. Jika ada permintaan plasma konvalesen sebagai terapi pasien Covid-19 yang menjalani perawatan, UTD PMI Kota Surabaya terpaksa menolak. "November ini permintaan plasma kembali naik, sementara pendonor mengalami penurunan," ucap Kabag Pelayanan dan Humas UTD PMI Kota Surabaya Martono Adi.

Bulan lalu, permintaan harian plasma konvalesen rata-rata 11 kantong per hari. "Namun, memasuki November, permintaan naik jadi 15 kantong sehari. Sementara itu, jumlah pendonor yang mau menyumbangkan plasma tidak banyak," ucapnya.

Selain mencukupi kebutuhan plasma konvalesen di Surabaya, UTD PMI melayani permintaan dari luar daerah. Saat ini permintaannya juga terus ada. Tercatat sudah enam daerah mengajukan permohonan plasma. Yakni, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Malang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Batu.

Selama stok masih ada, plasma selalu disumbangkan ke beberapa daerah yang mengajukan. Namun, kemarin pelayanan itu tidak bisa diberikan. "Stok plasmanya sudah tidak ada," jelasnya.

Turunnya jumlah pendonor plasma tersebut bisa terjadi lantaran sudah banyak pasien sembuh di Surabaya. Pertambahan kasus juga melambat. Soal lainnya, masih ada ketakutan penyintas Covid-19 untuk berbagi plasma. Khawatir kesehatan mereka turun setelah menyumbang plasma. Padahal, isu tersebut tidak benar.

Di luar itu, UTD PMI mendorong agar pengelola rumah sakit ikut aktif memberikan edukasi kepada pasien yang telah sembuh. Bahwa, mereka bisa ikut membantu penyembuhan pasien Covid-19 dengan memberikan plasma mereka. "Yang tahu jumlah pasien sembuh kan pengelola rumah sakit yang merawat," tuturnya.UTD PMI Surabaya sudah maksimal memberikan imbauan ke rumah sakit soal ajakan donor. Upaya tersebut bakal lebih efektif jika pengelola rumah sakit ikut membantu mengarahkan pasien yang sembuh.

Plasma konvalesen saat ini masih menjadi salah satu metode untuk membantu terapi pasien Covid-19.




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062