Onde - Onde Oven Oleh - Oleh Khas Mojokerto Makin Diminati Banyak Orang
Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada
Petani Resah Pupuk Bersubsidi Kian Langka Akibat Terbatasnya Stok
Sedimentasi Waduk Selorejo, Perum Jasa Tirta Lakukan Penyedotan Lumpur
Soal Ringroad Timur, Ketua DPRD Minta Maidi dan Kaji Mbing Bertemu
Pemkab Ingin Pertahankan Titik Koordinat PABU 024 Sesuai Permendagri



Ekonomi Dan Bisnis
UMKM Tas Lokal Berdayakan Buruh Korban PHK Covid 19
Sabtu, 21-11-2020 | 08:24 wib
Reporter : Felli Kosasi
Usaha yang berdiri sejak tahun 2014 ini mengalami naik turun, dan sempat vakum akibat persaingan bisnis yang semakin tajam. Namun berkat ketelatenan dan keuletan pemilik UMKM ini berhasil bertahan sejak pandemi.
Jember pojokpitu.com  Di tengah pandemi covid 19, sebuah UMKM di Kabupaten Jember mampu memberdayakan buruh korban PHK covid 19. Selain hal tersebut, UMKM ini punya cara jitu untuk tetap bertahan di tengah pandemi.
Di sebuah rumah yang berada di Jalan Majapahit Kabupaten Jember, inilah sebuah usaha kecil menengah tercipta, meski hanya UMKM berbasis tas branded lokal, usaha ini mampu bertahan di tengah pandemi.

Usaha yang berdiri sejak tahun 2014 ini mengalami naik turun, dan sempat vakum akibat persaingan bisnis yang semakin tajam. Namun berkat ketelatenan dan keuletan pemilik UMKM ini berhasil bertahan sejak pandemi.

Adalah brand tas lokal bernama Vicria, yang mampu bertahan di tengah pandemi covid 19 ini. Walaupun tas bukan kebutuhan primer, akan tetapi peningkatan permintaan tas mulai menanjak sejak sebulan terakhir ini. Apalagi UMKM ini sudah merambah lokasi produksi di wilayah Sidoarjo. Uniknya, UMKM ini mempekerjakan kurang lebih 15 buruh korban PHK covid 19, sejak bulan Agustus lalu.

Zoevana Andrean putri pemilik UMKM tas branded lokal ini, mengatakan bahwa dirinya menggunakan segala cara untuk bertahan ditengah pandemi, mulai dari promosi online, menggunakan platform aplikasi jual beli online, harga yang kompetitif, dan kualitas yang tidak turun.

"Di masa pandemi seperti sekarang ini, jangankan untuk meraup untung, untuk bertahan saja sudah baik. Maka dari itu, dirinya berprinsip yang penting upah karyawan harus diberikan dan hal tersebut wajib," kata Zoevana Andrean Putri, pemilik UMKM tas Vicria.

Jumlah pekerja yang telah dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat terdampak covid-19 sudah menembus 2 juta orang. Berdasarkan data Kemenaker per 20 April 2020, terdapat 2.084.593 pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan kena PHK akibat terimbas pandemi corona ini. Adapun rinciannya, sektor formal 1.304.777 pekerja dirumahkan dari 43.690 perusahaan. Sementara yang terkena PHK mencapai 241.431 orang dari 41.236 perusahaan.(end)




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062