Penipuan Bermodus Investasi Forex, Dibongkar Polda Jatim
Penempatan Tapal Batas Kabupaten Madiun Mengacu Pada Permendagri No. 141/2017



Politik
Dipecat, Mat Mochtar tegaskan Tidak Melawan Partai, Tapi Melawan Arogansi dan Kesombongan Risma
Sabtu, 21-11-2020 | 10:00 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com  Keputusan Kader senior PDI Perjuangan (PDIP), Mat Mochtar mendukung cawali-cawawali nomer 2 Machfud-Mujiaman ternyata berbuntut pada Pemecatannya oleh DPP PDI Perjuangan. Mat Mochtar mengaku sangat heran dengan putusan partai yang memecat dirinya. Kendati demikian dia tetap tegak lurus dengan keputusan partainya.
Mat Mochtar menegaskan dukungannya ke MAJU bukan langkah melawan partai, melainkan melawan arogansi dan kesombongan Risma. "Jangankan dipecat, dibunuh pun saya juga tetap tidak takut. Ini kebenaran. Saya menerima pemecatan. Saya tetap tegak lurus pada PDI perjuangannya. Tapi wali kotanya tetap Machfud Arifin," ujar Mat Mochtar.

Mat Mochtar mengaku menerima pemecatan dirinya, dan baginya keputusan DPP PDIP merupakan bentuk ketakutan PDIP terhadap dukungan warga pada paslon MAJU. "Saya bangga mendukung pak Machfud, ini pilihan yang benar, bukan perlawanan pada partai, melainkan perlawanan pada arogansi dan kesombongan Wali Kota Surabaya Tri Rismahari, dikarenakan tidak menghargai sejarah," tegasnya.

Mat Mochtar menambahkan, salah satu bukti Risma tidak menghargai sejarah perjuangan PDIP adalah langkah risma merayu Megawati untuk memilih Eri Cahyadi sebagai calon wali kota daripada Whisnu Sakti Buana, wakil wali kota yang juga kader asli partai PDI-P. "Risma sejatinya bukan kader asli PDIP," ungkapnya.

Karena itu, Mat Mochtar mengajak seluruh kader asli PDIP untuk mendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Keduanya memiliki pengalaman yang banyak dan sangat mampu untuk memajukan Kota Surabaya menjadi lebih baik lagi. "Semangat rakyat Surabaya ingin perubahan sangat besar, itu saya rasakan dari dukungan yang terus mengalir untuk saya saat memutuskan mendukung Machfud-Mujiaman, banyak warga surabaya, relawan, kader PDIP, bahkan pengurus aktif pun mensuport dirinya untuk terus berjuang dengan pilihan yang tepat, yakni Machfud-Mujiaman, dan tidak sedikit kader maupun pengurus aktif PDIP yang sebenarnya mendukung MAJU di Pilwali ini," katanya.

Sementara itu terkait tudingan DPP pada cawali Machfud yang dituduh memecah belah PDIP, Mat Mochtar menegaskan yang memecah belah PDIP adalah Risma. "sejak Bu Risma di PDIP pada 2010 membuat PDIP terpecah belah hingga ada faksi-faksi di tubuh PDIP," tegas mantan relawan tri Rismaharini ini.(end)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062