Berburu Rupiah Dengan Budidaya Lebah Madu Klanceng
Didukung Para Kyai, Mas Dhito Semakin Mantab Hadapi Pilkada
Petani Resah Pupuk Bersubsidi Kian Langka Akibat Terbatasnya Stok
Sedimentasi Waduk Selorejo, Perum Jasa Tirta Lakukan Penyedotan Lumpur
Soal Ringroad Timur, Ketua DPRD Minta Maidi dan Kaji Mbing Bertemu
Pemkab Ingin Pertahankan Titik Koordinat PABU 024 Sesuai Permendagri



Life Style
Kreasi Scrablim dan Scrabok, Hasilkan Puluhan Juta Di Masa Pandemi
Minggu, 22-11-2020 | 04:36 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com  Ide-ide baru yang kreatif justru akan muncul di masa sulit, terutama saat pandemi covid-19. Bahkan seorang ibu rumah tangga, justru meraup pundi rupiah setelah ide kreasinya dengan membuat scrablim dan scrabbook. Sebagian besar karyanya, telah diakui, dipesan dan dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.
Melalui olah ide dan ketelatenan tangan Rubiyatul Adawiyah, kertas scrab yang memiliki banyak warna serta corak ini mampu menjadi pundi rupiah. Ide-ide kreatifnya ini makin digiatkan setelah masyarakat mulai terpuruk akibat pandemi covid-19.

Kreatifitas hiasan dinding scrablim dan scrabbook yang dibuat dengan berbagai desain, mampu menarik minat pembeli hingga dari luar pulau, seperti Papua, Kalimantan, Jakarta dan berbagai wilayah di Indonesia.

Ide kreasi ini muncul dari hobi rubiyatul yang membuat scrabbook saat kuliah untuk hadiah perpisahan kepada teman-temannya. Dengan memanfaatkan media sosial, hasil karyanya menarik minat masyarakat.

"Proses pembuatan scrablim atau scrabook, tentu saja menyiapkan perlengkapan sederhana seperti gunting, lem kertas, solasi doubletipe dan aneka gambar yang diambil dari internet. Selanjutnya aneka desain itu dicetak, dibentuk dan ditempelkan sesuai pernak-pernik hiasan bunga yang dibeli dari toko," kata Rubiyatul Adawiyah.

Aneka gambar tersebut ditata, dikreasikan menjadi sebuah bingkai atau pigora, yang disematkan foto-foto kenangan sepeti ulang tahun, pernikahan, dan moment nostalgia lainnya.

Harga dari scrablim dan scrabook ini bervariasi. Mulai dari seratus ribu, dua ratus ribu, limatus ribu, hingga jutaan rupiah sesuai kerumitan dari pihak pemesan. Dengan kerasinya, ibu satu anak tersebut mampu meraup omzet mulai enam hingga Rp 10 juta per bulan.

Dengan ide kreatif dan modal yang relatif murah, rubiyatul berharap agar hasil karyanya tetap bertahan dan mampu ditiru oleh masyarakat yang membutuhkan ide usaha. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Bangun Perekonomian Desa, Kader PKK dan Pemuda Blitar Gelar ...selanjutnya
26-12-2017 | 16:36 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062