Ekonomi Dan Bisnis
Daya Beli Anjlok, Jatim Alami Deflasi 0.19%
Senin, 02-11-2015 | 18:08 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
pojokpitu.com Sepanjang bulan Oktober, Jawa Timur mengalami deflasi 0,19 persen. Hal ini dipicu adanya jumlah pasokan kebutuhan yang surplus, namun tidak diimbangi dengan daya beli masyarakat.
Badan Pusat Statistik, BPS Jatim mencatat angka deflasi pada Oktober 2015, terdalam sejak bulan Oktober 2006. Dua pemicu inti terjadinya deflasi adalah, adanya pasokan bahan pokok yang melonjak, yang menyebabkan harga anjlok serta perekonomian yang tidak stabil.

Sehingga membuat masyarakat lebih memilih untuk menahan belanja. Masyarakat cenderung membeli bahan kebutuhan paling urgent. Deflasi dipicu oleh beberapa komoditas seperti cabai, daging dan telur ayam ras, serta emas perhiasan.  

M. Sairi Hasbullah, Kepala Badan Pusat Statistik Jatim memprediksi, bulan November mendatang, bisa tidak terjadi deflasi. Salah satu pemicunya adalah adanya kenaikan tarif tol per 1 November kemarin.  

Tercatat dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur, Surabaya mengalami deflasi terdalam mencapai 0,34 persen.

Sebelumnya, perhimpunan bank-bank swasta nasional (Perbanas) Jatim memprediksi akan adanya deflasi akibat memburuknya ekonomi global, yang mempengaruhi iklim investasi dan perdagangan di Jatim. (mud)    


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062