Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
11 Hari Diisolasi, PDP Covid-19 di Tuban Meninggal Dunia
Jaksa Lawan Vonis Bebas Amblesnya Jalan Gubeng
Akibat Wabah Covid-19, Pilkada 2020 di Kabupaten Sumenep Terpaksa Ditunda
DPRD Beri Bantuan APD Untuk Tenaga Medis RSUD dr Soeroto
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai Terbakar
Wabup: Proyek Jembatan Gempol Jadi Catatan Buruk Dinas PUPR dan Rekanan
Pengadilan Agama Bojonegoro Batasi Pelayanan dan Penyelesaian Perkara



Sorot
TWNC Lepas Liarkan 2 harimau Sumatera dan 2 Elang
Selasa, 03-03-2015 | 18:11 wib
Reporter : Bagus Priyono, Nazaruddin
Harimau Sumatra dilepas liarkan ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung Selasa (03/03)/Nazaruddin
Lampung  pojokpitu.com  Seekor harimau betina Sumatera dan anaknya yang selama ini dirawat Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), dilepas liarkan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, TNBBS, provinsi Lampung hari ini, Selasa (03/03). Selain harimau, TWMC juga melepas liarkan dua ekor burung elang
Pelepasan harimau yang diberi nama Panti dan Petir ini, menteri kehutanan dan lingkungan hidup Siti Nurbaya, menteri kelautan  dan perikanan Susi Pudjiastuti, gubernur Lampung  M. Ridho Ficardo, serta pengusaha  Tommy Winata.

Pelepas liaran harimau Sumatera sebelumnya pernah dilakukan pada 2010. Pada saat itu, Tambling Wildlife Natural Conservation juga melepas 2 ekor anak harimau Sumatera.

TWNC  sejak tahun 1996 melaksanakan konservasi harimau Sumatera di area seluas 450 kilometer persegi yang dikelola secara mandiri. Dalam usahanya tersebut, TWNC menggandeng panthera, organisasi yang bergerak di bidang konservasi kucing besar tersebut.
 

Menurut menteri kehutanan dan lingkungan hidup, Siti Nurbaya, habitat harimau sumatera berkurang tak terkendali karena perburuan liar untuk memenuhi pasar ilegal. Pasar ilegal tersebut memperdagangkan bagian tubuh harimau dengan harga tinggi. Dii pasar gelap bagian-bagian tubuh harimau itu untuk obat obatan tradisional, perhiasan, jimat atau sekadar dekorasi memuaskan hobi. Untuk itu, negara perlu melindunginya dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Tommy Winata selaku pengelola Tambling Wildlife Natural Conservation, menjelaskan pihaknya sangat cinta dengan satwa dan kelestarian lingkungan. Untuk itu pelepas liaran harimau Sumatra (panthera tigris sumatra) sangatlah penting untuk pengembangan populasinya. Sebab harimau Sumatera merupakan spesies yang populasinya kian langka.

H
arimau Sumatera oleh organisasi-organisasi konservasi alam dunia, telah dimasukkan dalam spesies yang klasifikasi satwa kritis yang terancam punah. Selain pelepasl iaran 2 harimau Sumatera, TWNC  juga melepasliarkan dua ekor burung elang. Dua burung yang termasuk langka ini, juga hasil dari penangkaran dan pembiakan di TWNC.(fer) 


Berita Terkait

Peristiwa
Duh, Harimau Misterius Serang Ternak Warga
07-12-2016 | 07:18 wib

Life Style
Peringati Hari Harimau Sedunia, Taman Safari Tumpengan
31-07-2016 | 15:00 wib

Peristiwa
DPRD Minta Polair Rutin Razia Pukat Harimau
03-07-2016 | 07:25 wib

Metropolis
Ditpolair Tangkap 7 Nelayan Pukat Harimau
30-06-2016 | 18:42 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062