Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
Pembatasan Aktivitas Sosial Akibatkan Rumah Pijat Tunanetra Terancam Gulung Tikar
Tergugah Membantu Para Medis Covid-19, Perajin Busana Beralih Produksi APK
Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Begini Penerapan Protokal Pencegahan Covid-19 Ala Panti Asuhan Asy Syarifah Putri
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lapas Tulungagung Bebaskan Ratusan Narapidana
Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan
Pasokan Darah Berkurang, PMI Gelar Donor Darah di Mapolres Lumajang
Walikota Bongkar Warung Untuk Penataan Kawasan Sumber Umis
Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat



Sorot
Jatim akan pertahankan Trowulan Mojokerto Sebagai Cagar Budaya
Selasa, 03-03-2015 | 18:53 wib
Reporter : Selvy Wang
Gubernur Jatim Soekarwo di hadapan penggiat pelestari cagar budaya meyakinkan Trowulan akan dilestarikan sebagai situs cagar budaya Selasa (03/03)/Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com  Jawa Timur akan tetap pertahankan kawasan Trowulan Mojokerto tetap sebagai cagar budaya, karena merupakan sejarah yang harus dipertahankan. Hal ini terkait keputusan Dirjen Kebudayaan yang akan mencabut Trowulan sebagai cagar budaya. Soekarwo Gubernur Jawa Timur , memastikan pihaknya akan bertahan menjaga warisan budaya.
"Saya bertanggung jawab, sebagai wakil pemerintahan pusat tidak mudah menerima tekanan dari manapun. Untuk menjaga jati diri bangsa, sejarah Majapahit harus dipertahankan", ini  ditegaskan Gubernur Jatim Pakde Karwo saat menerima audiensi rombongan Dewan Kesenian Jatim dan para penggiat pelestari cagar budaya, di Ruang Kertanagera kantor gubernur Jatim Jl Pahlawan no 110 Surabaya, Selasa(3/3). 

Ada tiga hal yang akan dilakukan Pemprov Jatim, pertama yaitu  akan mengirim surat ke Bupati Mojokerto dan mengundang  DPRD  agar  memahami,serta mencarikan solusi jika ada tuntutan dari perusahaan yang akan membangun pabrik, sehingga dapat dicarikan lokasi lain sebagai pengganti.


"Selama ini prosedur yang dilakukan sudah benar hanya karena kesalahan Perda dari sisi Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah Kabupaten Mojokerto yang diperuntukan kawasan industri. Tapi saya tidak setuju di kawasan Cagar budaya itu dibangun pabrik", jelas Pakde Karwo.

Sementara mengenai  surat Kemendagri RI no 430/123/PUM tentang penetapan kawasan cagar budaya di Trowulan Mojokerto, Gubenrur akan memerintahkan Kepala Disbudpar Jatim melakukan pembenahan secara struktural dengan membuat konsep surat ke Dirjen Kebudayaan, untuk menjelaskan bahwa cagar budaya tidak bisa dipindah, dan diharapkan untuk menelaah kembali keputusan untuk mencabut Trowulan sebagai cagar budaya.

"Tidak bisa memindah Majapahit ke tempat lain, Majapahit tempatnya ya di Trowulan. Yang bisa dipindah pabriknya ke tempat lain", tegasnya.

Menurut Wakil Ketua Dewan Kesenian Prov Jatim Taufik Hidayat ( Monyong), ada beberapa dari kalangan masyarakat yang melakukan pengrusakan cagar budaya, hal itu bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak mengetahui peradaban dunia.

"Padahal kalau cagar budaya ini dikembangkan dan dikemas menjadi paket wisata yang menarik bisa mendatangkan devisa negara", ujarnya.(fer) 


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062