Pendidikan
Karena Belut Gaib, Guru SD Ini Cari Ilmu ke Turki
Kamis, 24-03-2016 | 11:50 wib
Reporter : Sujarismanto, Doni Diadon
Pacitan pojokpitu.com  Ketekunan seorang guru sekolah dasar di pelosok Kabupaten Pacitan, ini patut menjadi teladan. Selain menorehkan beragam prestasi tingkat nasional, guru asal Kecamatan Donorojo, itu mampu menciptakan media pembelajaran secara sederhana. Namun mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Karena prestasinya itu, ia mendapat kesempatan belajar ke Turki dengan difasilitasi pemerintah.
Nama Nariyanto, seorang tenaga pendidik Sekolah Dasar di pelosok Pacitan, mungkin masih terdengar asing. Namun siapa sangka, ide dan gagasan guru kelahiran Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, ini mampu menghipnotis para pemangku kebijakan dunia pendidikan. 

Bahkan guru kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Sendang 1 ini tak hanya mendapat predikat guru Sekolah Dasar berprestasi tingkat nasional, namun pemerintah memberi kesempatan kepada pria 44 tahun itu untuk menimba ilmu ke negeri Turki. 

Kesempatan berharga itu tentu tidak datang secara tiba-tiba, melainkan diperoleh melalui sebuah perjuangan karya alamiahnya mendapat pengakuan nasional.

Bapak dua anak itu menuturkan, sebelum karya tulisnya diakui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, ia lebih dulu harus berkompetisi di tingkat kabupaten dan provinsi. 

Berkat kegigihan dan ketekunannya, karya tulis berjudul Belut Gaib (benang lidi kusut gambar anak jadi baik) diakui menjadi salah satu yang terbaik pada ajang karya tulis inovatif Astra 2015. Selain karena konsep yang tradisional, media pembelajaran Belut Gaib cukup sederhana dan bisa didapat dengan cukup mudah dan murah.

Tak hanya Belut Gaib, sarjana S2 lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta itu sebelumnya memiliki karya lain, yakni Si Gundala dan Gesekan Sikamin yang sama-sama menggunakan peralatan cukup sederhana. Media Gesekan Sikamin atau gesture dan ekspresi anak dengan cara beraksi di kamar bercermin itu diciptakan dalam ruang kelas supaya para siswa mengetahui langsung apa kekurangan yang perlu mendapat perbaikan. 

Bahkan lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia itu menciptakan ruang kelas tempat pembelajaran siswa menjadi lebih bermakna dan tentunya meningkatkan semangat kegiatan belajar mengajar siswa.

Suami dari Sulastri itu mengatakan, belajar, belajar dan terus berkreasi dan berinovasi menjadi kunci meraih sederet penghargaan tingkat nasional. Ia pun berharap pemerintah lebih mengedepankan pola pendidikan dengan media sederhana demi meningkatkan kualitas peserta pendidikan.

Kemampuan dan prestasi yang ditorehkan Naryanto itu diakui oleh semua pihak, baik guru dan siswa sekolah setempat. Salah satu siswa kelas 3 mengatakan Naryanto, sebagai guru yang baik dan cukup disukai para peserta didik. Alasannya, selain ramah, metode pembelajaran Naryanto dapat diterima dan meningkatkan kemampuan siswa.

Kini berkat kerja kerasnya, Naryanto, guru berprestasi di pelosok desa di Pacitan ini berkesempatan menimba ilmu ke Turki pada 25 Maret mendatang. Di benua Eropa itu, Naryanto memasang target dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya demi memajukan pendidikan di Kabupaten Pacitan dan nasional.(end)


Berita Terkait

Peristiwa
Hujan Deras Robohkan Ruang Guru SDN 3 Jetis
17-01-2017 | 21:26 wib

Pendidikan
Karena Belut Gaib, Guru SD Ini Cari Ilmu ke Turki
24-03-2016 | 11:50 wib

Pendidikan
Ribuan Guru Honorer tak Diangkat jadi CPNS, Mutu Pendidikan...selanjutnya
01-12-2015 | 08:33 wib

Pendidikan
Kota Kediri Masih Kekurangan Guru SD
01-12-2015 | 07:08 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062