PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia



Politik
Bambang Haryo Menilai Jokowi Kalap Wacanakan Rokok Rp 50 ribu
Rabu, 24-08-2016 | 19:02 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo
Surabaya pojokpitu.com   Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo terang-terangan menolak secara tegas wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu jika benar-benar direalisasikan oleh pemerintah. Alasannya, kebijakan tersebut bisa dikatakan dapat mematikan industri perkebunan tembakau, pupuk, manufaktur hingga mematikan kios-kios kecil.
"Merokok itu sudah jadi budaya Indonesia sejak nenek moyang yaitu jaman kerajaan, jangan sampai budaya ini hilang," ungkapnya.

Politisi dari Fraksi Gerindra DPR RI ini, menjelaskan cukai rokok menempati pos penerimaan negara paling tinggi dalam APBN dan semuanya bersumber dari konsumen rokok kelas menengah ke bawah. Cukai rokok yang disumbangkan masyarakat kelas menengah ke bawah dengan membeli rokok sebesar Rp 149 Triliun bagi APBN. Jadi kalau sampai harganya dinaikkan, pemerintah telah menyakiti rakyat.

"Saya katakan pemerintah kalap karena tak mampu membayar hutangnya yang mencapai Rp 4.300 Triliun," tegas Politisi asal Surabaya ini.

Dikatakan oleh Bambang Haryo, wacana naiknya harga rokok mencapai Rp 50 ribu tersebut diduga merupakan upaya pemerintah untuk menutupi gagalnya program tax amnesty yang dijalankan.

"Jika dikaitkan dengan kesehatan, merokok tidak membuat usia orang pendek, namun justru relaksasi yang didapat sebab perokok berumur panjang, karena tingkat stresnya rendah dan merasa lebih rileks," tutup politisi asal Dapil Surabaya-Sidoarjo ini. (pul)




Berita Terkait

Covid-19
Klaster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19...selanjutnya
27-05-2020 | 15:28 wib

Metropolis
Pemudik Nekad Bawa 78 Box Rokok Ilegal
23-05-2020 | 18:01 wib

Peristiwa
Dua Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid 19
15-05-2020 | 19:07 wib

Covid-19
Muncul Kalster Baru di Pasar Bojonegoro dan Asrama Gereja Su...selanjutnya
09-05-2020 | 13:45 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062