Tabrak Jembatan, Suzuki Ertiga Nyaris Terjun Dari Flyover Gubeng
Begini Cerita Janda 2 Anak Yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam
Laka Lantas Operasi Patuh Semeru Meningkat
Jatim Belum Layak Lakukan Sekolah Tatap Muka
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19



Life Style
Kabar Gembira, Coklat Gak Bikin Gemuk Lho . .
Senin, 10-04-2017 | 02:24 wib
Reporter :
Pameran Food and Hotel Indonesia 2017 di JIExpo Kemayoran. Foto: Messya/JPNN
pojokpitu.com Cokelat adalah cemilan enak yang digemari masyarakat, baik tua muda, anak kecil maupun dewasa. Namun, ada sebagian orang menghindari cokelat karena takut gemuk.
"Memang sih banyak yang takut makan cokelat, apalagi perempuan. Alasannya macam-macam, takut gemuk, ‎takut diabetes. Padahal itu mitos yang tidak benar," kata Nur Abduh, technical advisor PT Gandum Kencana Mas (GMK) di sela-sela pameran Food and Hotel Indonesia 2017 di JIExpo Kemayoran, Sabtu (8/4).

Dijelaskan Nur, cokelat yang bagus 32 persennya mengandung kakao.‎ Selain itu komposisinya tidak terlalu banyak susu dan gula sehingga rasa cokelat asli tidak hilang.

Yang terjadi sekarang, cokelat didominasi gula dan susu sehingga rasa manisnya sangat kuat. Inilah yang membuat kegemukan dan diabetes.

"‎Menghindari kegemukan dan diabetes itu menggunakan coklat couverture dark dengan kadar kakao 70 persen dan gulanya sedikit. Harus tetap ditambahkan gula karena kalau tidak, kurang enak rasanya. Apalagi orang Indonesia suka cokelat compund yang cenderung candy. Jadi yang bikin gendut itu gula dan susu berlebihan, bukan cokelatnya," bebernya.

Hal inilah yang membuat GMK memproduksi Colatta Compound Series dan Colatta Couverture Series, cokelat premium dengan rasa yang kaya dan istimewa karena dibuat dari kakao pilihan dari beberapa wilayah di Indonesia. Cokelat jenis ini cocok untuk masyarakat yang mengindari kegemukan dan diabetes.

"Dengan karakter unik ini, cokelat kami‎ bukan hanya bisa bersaing di pasar Indonesia tapi juga internasional sebagai cokelat Indonesia yang berkualitas," tambah Imam Setia, Creative and Corporate Communications Manager GMK.

Penyajian cokelat ini, lanjut Nur, tidak hanya dimakan langsung, tapi juga bisa dibuat cake, praline, atau dicampur dengan buah.‎ Bisa juga untuk masker karena kandungan kakaonya tinggi.

"Biji kakao mengndung minyak seperti olive oil yang bisa melembutkan bahkan bisa untuk terapi body masker," terang Nur. (esy/jpnn/end)


Berita Terkait

Peristiwa
Dewan Minta Disperdag Segera Turun Tangan
22-03-2019 | 17:00 wib

Peristiwa
Temuan Coklat Berulat di Supermarket
21-03-2019 | 16:38 wib

Mlaku - Mlaku
Lebaran, Ribuan Pengunjung Serbu Wisata Kampung Coklat
28-06-2017 | 13:21 wib

Life Style
Kabar Gembira, Coklat Gak Bikin Gemuk Lho . .
10-04-2017 | 02:24 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062